Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Netfix Jadi Aplikasi Streaming Digital Paling Laris di Android

Netflix semakin menjauh dari aplikasi OTT lainnya. Saingan terberatnya, HBO GO hanya mencatatkan lebih dari 5 juta unduhan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  07:46 WIB
Netflix. Bloomberg
Netflix. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Netflix sukses mencatatkan rekornya di platform android sebagai aplikasi layanan streaming konten digital atau over-the-top (OTT) dengan lebih dari 1 miliar unduhan di seluruh dunia.

Melansir GSM Arena pada Kamis (30/7/2020), raihan tersebut membuat Netflix semakin menjauh dari aplikasi OTT lainnya. Saingan terberatnya, HBO GO hanya mencatatkan lebih dari 5 juta unduhan.

Sementara Amazon Prime dan Hulu hanya mencatatkan masing-masing 100-500 juta unduhan dan 50-100 juta unduhan berdasarkan deskripsi di laman Google Play Store.

Netflix memang sedang di atas angin, akan tetapi bukan berarti tidak ada penantang yang patut diwaspadai. Disney+ yang umurnya belum genap satu tahun tercatat sudah diunduh oleh lebih dari 10 juta pengguna Android.

Padahal, jangkauan aplikasi tersebut jauh lebih terbatas dibandingkan dengan Netflix, HBO GO, Amazon Prime, maupun Hulu. Untuk sementara, aplikasi yang diluncurkan pada 12 November 2019 itu hanya tersedia di tiga negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Belanda.

Pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan manusia di seluruh dunia membuat platform OTT laris manis untuk menghabiskan waktu di rumah saja. Hal tersebut di beberapa negara sukses membuat kualitas video yang ditayangkan tersendat-sendat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Netflix memutuskan untuk menurunkan kualitas standar (default) video yang ditayangkan menjadi standard definition (SD). Namun, hal tersebut tak bertahan lama lantaran Netflix melakukan sejumlah pembaruan dan peningkatan kapasitas bandwith untuk mengakomodasi lonjakan pengguna.

Netflix adalah salah satu penyedia layanan OTT yang berkantor pusat di Los Gatos, California. Didirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hasting sand Marc Randolph di Scotts Valley, California. Bisnis utama dari perusahaan ini adalah layanan berlangganan streaming, yang mana ditawarkan secara daring dengan beberapa program film dan televisi, termasuk beberapa program yang dibuat oleh Netflix sendiri.

Model bisnis awal Netfilix adalah penjualan DVD dan rental melalui pengiriman. Satu tahun setelah berdiri, Netfilix fokus kepada penyewaan DVD dari pada penjualan DVD, sehingga bisnis usaha penjualan DVD ditinggalkan.

Pada 2007, Netflix memperluas bisnisnya dengan mengenalkan media streaming namun tetap mempertahankan layanan penyewaan DVD dan Blu-ray. Perusahaan ini memperluas usahanya secara internasional, dengan layanan streaming tersedia di Canada pada 2010 dan terus berkembang layanan tersebut sejak saat itu. Sejak Januari 2016, layanan Netflix telah beroperasi lebih dari 190 negara.

Netflix memasuki industri produksi-konten pada tahun 2012, dengan debut series pertama mereka Lilyhammer. Netflix telah memperluas produksi film dan serial televisi sejak saat itu secara besar-besaran, dengan menawarkan konten "Netflix Original" melalui perpustakaan digital milik mereka baik dilayanan televisi maupun film.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

android Netflix
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top