Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saksikan Komet Neowise Pada 3 Juli, Mungkinkah Teramati Dengan Mata Telanjang?

Komet itu pertama kali terlihat oleh teleskop ruang angkasa NEOWISE milik NASA pada 27 Maret 2020, yang saat ini berada lebih dari 138 juta mil dari Bumi. Komet tersebut tengah membuat pendekatan terdekatnya dengan matahari pada 3 Juli 2020.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  13:31 WIB
Ilustrasi komet - space.com
Ilustrasi komet - space.com

Bisnis.com, JAKARTA—Komet C/2020 F3 atau lebih dikenal dengan Neowise diperkirakan akan tampak pada 3 Juli 2020. Saat ini, komet tersebut tengah memasuki pandangan dari jangkauan Observatorium Matahari dan Heliosfer (solar and heliospheric observatory/SOHO).

Astronomer yang berbasis di Melbourne, Australia, Con Stoitsis mengungkapkan pada 23 Juni 2020, komet tersebut tengah memasuki pandangan dari jangkauan SOHO LASCO C3.

“Mari kita berharap perihelion bertahan, dan kita mendapatkan komet dengan mata telanjang dalam beberapa minggu mendatang,” kicaunya di akun twitternya pada Selasa (23/6/2020).

Komet itu pertama kali terlihat oleh teleskop ruang angkasa NEOWISE milik NASA pada 27 Maret 2020, yang saat ini berada lebih dari 138 juta mil dari Bumi. Komet tersebut tengah membuat pendekatan terdekatnya dengan matahari pada 3 Juli 2020.

Para astronom memperkirakan kecerahan komet akan meningkat dan mencapai puncaknya pada Juli yang berpotensi untuk dilihat dengan mata telanjang. Hanya saja, perilaku komet dikenal tidak dapat diprediksi sehingga sulit untuk memperkirakan seberapa cerah komet tersebut ketika berada pada tahapan ini.

Rick Fienberg, juru bicara American Astronomical Society mengungkapkan pasti ada kemungkinan bahwa Comet C / 2020 F3 (NEOWISE) akan mencapai kecerahan mata telanjang.

“Tetapi ada juga kemungkinan bahwa itu tidak akan terjadi, dan kami tidak memiliki cara untuk mengetahui hasil mana yang lebih mungkin pada titik ini,” katanya seperti dikutip dari laman Newsweek.com, pada 18 Juni 2020.

Dia mengungkapkan saat kita mengukur tingkat kecerahan objek astronomi, maka objek yang memiliki magnitude rendah memiliki tingkat kecerahan yang lebih tinggi. Misalnya, objek dengan magnitude 2 lebih kecerah ketimbang objek dengan magnitude 8.

Jet Propulsion Laboratory Horizons NASA memperkirakan Komet NEOWISE (C / 2020 F3) memiliki magnitudo sekitar 10 dan data yang sama ini menunjukkan bahwa ia akan memuncak pada magnitudo keenam.

Sementara itu, Michael Mattiazzo, seorang pengamat komet amatir terkenal, memperkirakan bahwa Komet Neowise memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan dari pendekatan yang dekat dengan matahari, atau perihelion, daripada komet Atlas dan Swan berdasarkan data yang tersedia sejauh ini.

Dikutip dari spaceweather.com, dia mengungkapkan bahwa ada kemungkinan sekitar 70% komet tersebut bertahan di perihelion sehingga komet itu akan menjadi keberuntungan ketiga kalinya setelah Atlas dan Swan.

"Jika komet selamat dari pertemuan matahari pada 3 Juli, ketika akan berada dalam orbit Merkurius, itu bisa menjadi objek yang cukup terang, kecerahan bintang magnitudo ke-3. Pada akhir Juli kita bisa berharap komet itu memudar. di luar jangkauan mata telanjang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu komet antariksa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top