Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Webinar Berbayar Makin Diminati

Webinar sebetulnya bukan barang baru. Namun, popularitasnya baru melonjak satu dua bulan terakhir ini.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  18:23 WIB
Ilustrasi webinar
Ilustrasi webinar

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang merebak sejak beberapa bulan terakhir melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru, salah satunya adalah webinar atau web-based seminar alias seminar berbasis web.

Webinar sebetulnya bukan barang baru. Namun, popularitasnya baru melonjak satu dua bulan terakhir ini. Kini hampir setiap hari ada informasi mengenai jadwal Webinar baik yang gratis maupun berbayar dengan berbagai topik dan narasumber yang menarik.

Imogen Communications Institute (ICI) dalam survei terbarunya mengungkapkan di masa New Normal, Webinar masih akan tetap menjadi tren namun sudah bergerak dengan konten yang lebih serius dan berbayar.

Dari hasil survei kepada 100 orang responden di seluruh Indonesia pada bulan Mei 2020 ditemukan 56 persen responden menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar. 44 persen responden lainnya lebih memilih mengikuti webinar gratis.

“Sebagian besar responden menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar asalkan tanpa syarat-syarat khusus, harganya harus terjangkau serta materinya menarik dan bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan skill,” jelas Jojo S. Nugroho, Managing Director Imogen PR sekaligus Principal ICI melalui keterangan resminya pada Selasa (16/6/2020).

ICI melakukan survey ini untuk mendapatkan insight terkait preferensi masyarakat terhadap serba serbi penggunaan Zoom sebagai platform seminar dan kelas daring.

Survey dilakukan dengan memberikan pertanyaan pilihan ganda seputar serba-serbi penggunaan Zoom kepada target 100 orang dari seluruh Indonesia terdiri dari 61 persen laki-laki dan 39 persen perempuan. Responden didominasi oleh generasi milenial dengan rentang usia antara 26-35 tahun, dari latar belakang pendidikan yang beragam.

Menurut Jojo, para responden rela mengeluarkan bujet untuk mengikuti webinar berbayar sesuai dengan kemampuan ekonominya dan kebutuhan mereka masing-masing.

Dari responden yang menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar tersebut, 60 persen diantaranya bersedia membayar dengan kisaran antara Rp100ribu – Rp200ribu. Sementara itu 13 persen responden lainnya bersedia membayar lebih dari Rp200ribu dan 8 persen bersedia membayar bila harganya kurang dari Rp100ribu.

”Yang penting buat mereka, syarat webinar berbayar yang diminati di antaranya memiliki konten atau materi inspiratif, eksklusif, berbicara hal teknis dan menampilkan pembicara yang keren dan popular,” jelas Jojo.

Sebanyak 60 persen responden juga berkenan ikut webinar berbayar asalkan memiliki konten inspiratif karena ingin mempelajari hal baru dan merasa termotivasi. 51 persen responden ingin konten yang ekslusif, bagus dan jarang ditemui di webinar lain.

“50 persen responden ingin ikut karena materinya tentang hal teknis dan memberikan tutorial secara step by step. Dan terakhir 31 persen respon rela membayar karena pembicara dalam webinar tersebut professional, praktisi dan terkenal di bidangnya,” ungkap Jojo

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet DISKUSI PAKAR
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top