Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prediksi Suku Maya, Apakah Kiamat Datang Saat Gerhana Matahari?

Pada 21 Juni 2020, fenomena langit langka berupa gerhana matahari sebagian akan bisa disaksikan penduduk di bumi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  15:55 WIB
Gerhana matahari total di Sumatra Barat - Antara/Iggoy el Fitra
Gerhana matahari total di Sumatra Barat - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Menurut perhitungan kalender Suku Maya kiamat bakal tiba dalam waktu dekat, tepatnya 21 Juni 2020 atau kurang dari sepekan lagi.

Hal tersebut tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang. Terlebih melihat kondisi saat ini yang mana dunia sedang mengalami sejumlah permasalahan.

Mulai dari pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara, dan bencana lainnya membuat sebagian orang dengan mudahnya menduga jika akhir dari segalanya akan tiba.

Lantas, bagaimana ilmuwan memandang hitung-hitungan ala suku yang tinggal di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah itu?

Hasan Al Hariri, CEO dari Grup Astronomi Dubai menilai dugaan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Juni 2020 sungguh tidak ilmiah dan tidak logis.

Adapun, yang akan terjadi pada tanggal tersebut sebenarnya adalah fenomena langit langka berupa gerhana matahari sebagian. Bulan akan bergerak tepat ke depan matahari dan menutupi 86,31 persen sinarnya ke bumi.

"Dengan kata lain, hanya gerhana matahari parsial dengan cakupan 86,31 persen akan terlihat di Uni Emirat Arab. Ini akan dimulai pada 08:14:47 waktu setempat ketika bulan akan mulai bergerak di depan matahari. Gerhana akan berakhir pukul 11:12:04 pagi," kata Hariri mengutip Gulf News pada Selasa (166/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan saat yang tepat untuk memberikan edukasi kepada publik agar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, fenomena yang tidak akan terjadi dalam 25 tahun ke depan ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk mempelajari dinamika benda-benda langit.

Terakhir Hariri mengimbau masyarakat untuk menggunakan kacamata gerhana matahari berkualitas tinggi untuk melihat fenomena tersebut secara langsung

Dia memperingatkan bahwa matahari akan sangat terang dan memancarkan cahaya intensif. “Ini terlalu berlebihan untuk mata kita. Jadi jika kita melihatnya tanpa perlindungan, penglihatan kita akan rusak, ”katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prediksi Gerhana Matahari cincin
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top