Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Financial Closing Satelit Satria Kembali Mengambang  

Pemerintah dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) kesulitan untuk menentukan target financial closing, lantaran adanya wabah corona.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  14:52 WIB
Ilustrasi satelit komunikasi - Wikimedia Commons
Ilustrasi satelit komunikasi - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - Adanya wabah corona, membuat target penyelesaian financial closing program Satelit Multifungsi (SMF) Satelit Republik Indonesia (Satria) dengan para investor dari China dan Prancis mengambang. Sebelumnya, tahapan tersebut ditargetkan selesai pada kuartal I/2020 setelah tertunda dari target awal pada kuartal IV/2019.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak Bakti dalam menyelesaikan proyek konektivitas tersebut.

Namun, dia menjelaskan pihaknya tengah melakukan antisipasi terkait pengerjaan proyek Satria itu. Menurutnya, Badan Usaha pelaksana sedang melakukan negosiasi dengan para lender dan investor yang akan menyiapkan pendanaan untuk tersebut.

“Saat ini masih dalam proses financial closing, di mana badan usaha pelaksana sedang melakukan negosiasi dengan para lender dan investor yang akan menyiapkan pendanaan untuk proyek ini. Namun, karena investornya dari Tiongkok [Cina] dan Perancis, posisi covid-19 ini menyulitkan untuk saling bertemu secara intensif, karena banyak hal yang perlu dibicarakan secara teknis,” jelasnya, Jumat (15/5/2020)

Namun, dia tidak dapat menyebutkan kapan target financial closing dapat dituntaskan, lantaran adanya pandemi virus corona.

Padahal dalam Rapat Kerja Menkominfo dengan Komisi I DPR RI 5 Februari 2020 yang lalu, Menkominfo berharap agar financial closing Satria dapat selesai pada kuartal I/2020. Tertundanya proses financial closing Satria ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya tahapan tersebut diharapkan selesai pada kuartal IV-2019.

“Proses [financial closing] ini memang tertunda karena pandemi covid-19, karena bersumber di dua Negara yang juga terdampak. Penundaan ini memang dalam konteks untuk memberikan waktu yang cukup bagi badan usaha untuk melakukan deal-deal dengan lendernya,” jelasnya.

Dia menekankan bahwa tidak ada skema yang berubah meskipun penyelesaiain financial closing tertunda. Menurutnya, peluncuran Satria tetap dilakukan pada kuartal IV/2022.

Sebagai informasi, PT Satelit Nusantara Tiga ditunjuk sebagai salah satu penggarap proyek Satria. Badan usaha pelaksana ini memiliki dua tugas. Pertama, mencari pembiayaan dan kedua, mencarikan pabrikan/vendor yang mengerjakan secara teknik pabrikasi satelitnya, peluncuran, dan pengopreasiannya.

Adapun komposisi konsorsium proyek Satelit Multifungsi ini terdiri atas PT Pintar Nusantara dengan komposisi 50 persen, PT Dian Satelit Sejahtera 25 persen, PT Nusantara Satelit Sejahtera 24 persen, dan PT Pasifik Satelit Nusantara 5 persen.

BPI France dari Prancis dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) didapuk selaku perusahaan sponsor mengenai porsi pendanaan.

Sementara itu, mengenai daya dukung jaringan untuk tancap gas dalam pemulihan ekonomi. Anang menyatakan bahwa pembiayaan mengenai infrasturktur menggunakan dana Universal Service Obligation (USO)  yang diperoleh dari kontribusi operator, saat ini belum  memadai untuk konektivitas jaringan ke depan.

Untuk diketahui, dana USO operator setiap tahunnya berkisar hingga Rp2,6 Triliun

Sementara itu, saat ini Bakti mengelola dana USO dan berencana menggunakan dana tersebut yang dikelolanya sekitar Rp3,2 triliun guna membiayai Proyek SMF Satria. Di mana, proyek ini rencananya akan menelan dana investasi tidak kurang dari Rp21 triliun.

“Kami sedang mengkaji dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menggunakan sumber lain untuk mendukung infrastruktur yang belum dijangkau hingga saat ini," ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengakui pandemi covid-19 akan menyebabkan mundurnya proses financial closing. Menurutnya, hal terpenting adalah jadwal operasi dan peluncuran, yaitu untuk peluncuran pada kuartal 4-2022 dan bisa beroperasi di awal 2023. 

“Kecuali, kalau strukturnya pengunduran [financial closing] ini mengakibatkan mundurnya jadwal peluncuran [baru jadi masalah], tetapi kita berharap tidak berpengaruh, karena sejauh ini belum ada pemunduran tanggal peluncuran, yang ada perpanjangan waktu financial closing,” tuturnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo satelit Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top