Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JD.id jadi Startup Unikorn Keenam Indonesia

Perusahaan rintisan atau startup di Indonesia resmi bertambah menjadi enam perusahaan, dengan masuknya JD.id dalam kategori perusahaan bervaluasi di atas US$1 miliar
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  22:37 WIB
Pengunjung berada di JD.ID X disela-sela peresmian pusat pengalaman berbelanja berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence) pertama di Indonesia
Pengunjung berada di JD.ID X disela-sela peresmian pusat pengalaman berbelanja berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence) pertama di Indonesia "JD.ID X" di Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — JD.id resmi menjadi perusahaan rintisan berbasis platform dagang elektronik (dagang-el/e-commerce) yang berstatus unikorn dari Indonesia.

Hal itu diamini oleh salah satu manajemen JD.id ketika dihubungi oleh Bisnis Jumat (21/2/2020). Salah satu manajemen perusahaan yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan status unikorn sejatinya telah disandang sejak 2019 lalu.

Dia menyebutkan status itu diperoleh setelah perusahaan yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2015 itu membentuk joint ventures dengan sejumlah perusahaan pada tahun lalu.

Adapun, berdasarkan catatan Bisnis, pada Februari 2019 JD.id tergabung dalam proses perampungan pendanaan fase pertama dari putaran pendanaan Seri F dengan Gojek. Adapun pendanaan ini dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.

Sementara itu, dikutip dari DailySocial pada Sabtu (21/2/2020), JD.id mengkonfirmasi bahwa valuasi perusahaannya yang telah melebihi US$1 miliar.

Dengan demikian JD.id menambah jajaran unikorn Indonesia menjadi 6 perusahaan. Adapun, selain JD.id startup yang menyandang status unikorn di Indonesia adalah Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Ovo.

Menurut laporan e-Conomy SEA, pangsa pasar e-commerce di Indonesia telah mencapai US$21 miliar pada tahun 2019 dan diproyeksikan bertumbuh pesat jadi US$82 miliar pada 2025 mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Unicorn JDID
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top