Keberhasilan Pinjaman Turun, Penyaluran P2P Lending Tak Terpengaruh

Fintech lending selalu melakukan inovasi dan memperbaiki sistem penilaian kredit yang dimiliki dari tahun ke tahun. Sistem tersebut dilandasi oleh infrastruktur big data dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) yang kuat.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  03:15 WIB
Keberhasilan Pinjaman Turun, Penyaluran P2P Lending Tak Terpengaruh
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan tingkat keberhasilan pinjaman melalui layanan jasa pinjam meminjam langsung berbasis digital atau fintech/peer-to-peer (P2P) lending diyakini tidak akan berdampak kepada kinerja pembiayaan.

Hal itu diakui CEO Kredivo Alie Tan. Menurut Alie, penurunan tersebut justru akan memacu entitas fintech untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.

"Kami pun selalu melakukan inovasi dan memperbaiki sistem penilaian kredit yang kami miliki dari tahun ke tahun. Kredivo memiliki proses pengajuan dan persetujuan kredit yang cepat dan bebas hambatan tanpa berkompromi pada tingkat keakuratannya," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/2/2020).

Dia menjelaskan sistem penilaian kredit tersebut dilandasi oleh infrastruktur big data dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) yang kuat, perusahaan dimungkinkan menilai kelayakan kredit calon debitur secara real-time dengan tetap meminimalisir risiko gagal bayar.

Selain itu, penurunan tingkat keberhasilan pinjaman dinilai sebagai konsekuensi logis dari peningkatan jumlah pinjaman dan jumlah peminjam P2P lending dari tahun ke tahun.

"Karena, tentunya akan ada borrower baru yang jumlahnya meningkat dari sebelumnya untuk diberikan pinjaman oleh entitas tersebut," lanjutnya.

Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31 Januari 2020 mengungkapkan tingkat keberhasilan pinjaman fintech lending di Indonesia mengalami penurunan sebesar -2,23 persen secara year-to-date (ytd) per Desember 2019.

Penurunan tingkat keberhasilan pinjaman perusahaan teknologi finansial lending tahun lalu itu dinilai masih berada pada tahap wajar. Kondisi itu tidak akan mengurangi tingkat kepercayaan pihak peminjam untuk mengucurkan dana.

Bahkan, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede menargetkan total dana yang disalurkan kepada platform P2P lending akan meningkat di kisaran 200%.

"Dengan masih tingginya angka akumulasi jumlah pinjaman fintech lending di Indonesia yang secara agregat naik sebesar 259,56 persen, dari Rp22,6 triliun menjadi Rp81,5 triliun, maka penurunan tingkat keberhasilan pinjaman diyakini tidak memengaruhi kepercayaan lender," ujar Tumbur kepada Bisnis, Selasa (18/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, fintech

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top