Fintech Reksadana Incar Kaum Milenial

Para pelaku bisnis teknologi finansial (tekfin/fintech) menyasar kelompok masyarakat milenial sebagai target pasar utamanya. Penguatan edukasi mengenai reksa dana menajdi salah satu upaya menggaet pangsa pasar tersebut.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  23:38 WIB
Fintech Reksadana Incar Kaum Milenial
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin/fintech) reksa dana melihat potensi bisnis di Indonesia intip kaum milenial

CEO Raiz Invest Indonesia Melinda N. Wiria mengatakan, perusahaan ingin fokus mencetak lebih banyak investor milenial karena menilai masih banyak dari mereka yang belum sadar pentingnya investasi.

Menurut Melinda, sebelum tahun 2016 jumlah investor reksa dana itu hanya 400.000 nasabah, tetapi semenjak kemunculan fintech, saat ini terjadi peningkatan nasabah hingga 5 kali lipat, yaitu 2 juta orang.

“Angka ini memperlihatkan prospek yang besar, pemanfaatan teknologi ini mampu memperluas basis investor, karena selama ini kesulitan dari pasar modal adalah menjangkau lebih banyak lagi orang untuk ikut berinvestasi di pasar modal,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Selasa, (18/2).

Agen penjual reksa dana berbasis digital yang menawarkan investasi reksadana mulai dari Rp10.000 ini mengatakan saat ini pihaknya fokus bergerak dalam melakukan edukasi agar makin banyak nasabah yang memahami instrumen investasi tersebut, khususnya millennial.

“Kami menyasar orang-orang yang tidak dilirik oleh pasar reksa dana, misi kami untuk memberdayakan orang agar lebih percaya diri berpartisipasi di dalam pasar modal. Kami membuat nilai investasi minimumnya itu hanya 10.000, sebagai langkah mendemokratisasi investasi agar dapat menyasar tiap lapisan masyarakat,” terangnya.

Senada dengan pendapat tersebut, Co-founder dan Director Business Development Tanamduit Muhammad Hanif mengatakan dalam menggarap bisnis ini, tantangan utama bukan terletak untuk mencapai target, melainkan edukasi ke masyarakat.

“Terpenting adalah edukasi kepada masyarakat agar melek dan ada interaksinya, adapun bila orang buka rekening, tidak semua beli reksa dana. Kami paham potensinya begitu besar, tetapi sekali lagi yang terpenting adalah agar masyarakat melek untuk memahami instrument investasi,” terangnya.

Strategi yang dipilih oleh Tanamduit menurut hanif, ialah lewat pendekatan daring dan luring.

“Itu bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan waktu agar orang memahami pentingnya berinvestasi,” terangnya.

Sebagai informasi, Adapun dana kelolaan reksadana yang sudah berhasil terhimpun lewat Tanamduit senilai Rp220 miliar. Dari jumlah itu, 23 persen merupakan dana kelolaan reksadana syariah.

Hanif pun mengatakan bahwa saat ini Tanamduit sudah mencatatkan 190.000 pengguna. Dia menyatakan bahwa fokus tanamduit ialah, berkomitmen untuk selalu menjamin keamanan para investor dalam melakukan transaksi, serta menyediakan kemudahan dan kenyamanan kepada investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana, fintech

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top