Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belanja Iklan Asia Pasifik Bisa Tembus US$61,1 miliar pada 2022

Dalam laporan proyeksi tiga tahunan global, terkait belanja iklan di aplikasi (Global App Install Ad Spend) tersebut, Appsflyer menjelaskan bahwa tren kenaikan tersebut dipicu oleh pertumbuhan tingkat penginstalan aplikasi (app install), yang diproyeksikan meningkat dari US$ 204 miliar pada 2019 menjadi US$258 miliar pada 2022.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  15:10 WIB
Ilustrasi digital marketing - CC0
Ilustrasi digital marketing - CC0

Bisnis.com, BANDUNG - Perusahaan atribusi mobile AppsFlyer memperkirakan bahwa pertumbuhan belanja iklan di kawasan Asia Pasifik akan meningkat dua kali lipat .

Belanja iklan di kawasan ini diproyeksikan naik 104 persen dari US$29,9 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 61,1 miliar dolar AS pada 2022.

Dalam laporan proyeksi tiga tahunan global, terkait belanja iklan di aplikasi (Global App Install Ad Spend) tersebut, Appsflyer menjelaskan bahwa tren kenaikan tersebut dipicu oleh pertumbuhan tingkat penginstalan aplikasi (app install), yang diproyeksikan meningkat dari US$ 204 miliar pada 2019 menjadi US$258 miliar pada 2022.

Laporan State of Mobile 2019 juga menyebutkan Indonesia, China, India dan sejumlah negara di Afrika mengalami lonjakan pengguna aplikasi yang signifikan sehingga berimbas terhadap angka pembelanjaan konsumen di app store mencapai US$120 miliar secara global pada 2019.

Secara global, AppsFlyer memproyeksikan lonjakan belanja iklan di aplikasi yang akan meningkat dua kali lipat pada 2020 dengan nilai yang mencapai US$118 miliar. Proyeksi tersebut berdasarkan pada model prediktif, yang mengambil sampel data AppsFlyer selama periode 2017-2019 dengan cakupan lebih dari 30 miliar non-organik installs, dan 72 ribu aplikasi.

Indonesia merupakan pasar yang mengalami pertumbuhan sangat pesat, dengan 106 juta pengguna internet seluler pada 2019 dan diprediksi akan mencapai angka 126 juta pada tahun 2022.

Pada tahun 2019 nilai Belanja Iklan di Aplikasi Indonesia adalah senilai 800 juta dolar AS. Demikian pula di wilayah yang lebih luas, Laporan e-Conomy SEA 2019 menyebut bahwa masyarakat Asia Tenggara adalah pengguna internet mobile tersibuk di dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna internet seluler di Indonesia, Filipina dan Malaysia merupakan bagian dari 10 besar negara-negara pengguna internet mobile terbesar di dunia. Tren terkini bagi pengguna seluler Indonesia di antaranya adalah pembayaran digital, menonton video dan game dan lainnya.

Managing Director & President APAC AppsFlyer Ronen Mense mengatakan sebagai pasar dengan prinsip mobile-first, bahkan mobile-only, tidak dapat diragukan bahwa kawasan Asia Pasifik menjadi yang terdepan dalam ekosistem teknologi global.

"Jika Tiongkok dan India telah lama menjadi pemain ekosistem utama, ekonomi seluler yang berkembang pesat khususnya di Indonesia, akan terus mendorong pertumbuhan eksponensial kawasan ini. Hal inilah menjadikan alasan AppsFlyer untuk membuka kantor di Indonesia," kata Ronen dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (17/2).

Kehadiran negara dengan pasar yang besar seperti China, India, Indonesia dan Jepang menjadikan Asia Pasifik pemegang porsi terbesar dalam nilai belanja iklan di aplikasi, dengan lebih dari separuh anggaran belanja dunia hingga tahun 2022.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan pengguna internet seluler di Amerika Utara hanya akan mencapai angka 5% pada tahun 2022, sementara Eropa mewakili lanskap yang lebih beragam dari belanja iklan. Eropa akan menambah 16 juta pengguna internet pada tahun 2022 (tumbuh 6%), sedangkan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menambah sekitar 60 juta pengguna seluler atau tumbuh 20%, sementara kawasan Sub-Sahara Afrika bisa tumbuh dua kali lebih cepat dari itu.

Proyeksi pertumbuhan dari pasar aplikasi dunia tersebut sejalan dengan pertumbuhan AppsFlyer, yang sebelumnya berhasil menghimpun pendanaan Seri-D sebesar 210 juta dolar AS yang dipimpin oleh General Atlantic, perusahaan pertumbuhan ekuitas terdepan di dunia yang berbasis di New York. Tahun ini AppsFlyer akan membuka kantor ketujuhnya di Asia Pasifik di Jakarta, Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja iklan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top