Pemerintah Diminta Kooperatif Mengenai Lelang Frekuensi

Langkah pemerintah yang tidak akan melelang frekuensi dalam waktu dekat tersebut harus dikomunikasikan dengan pihak perusahaan operator seluler.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  12:35 WIB
Pemerintah Diminta Kooperatif Mengenai Lelang Frekuensi
Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta mengkomunikasikan dengan pelaku usaha terkait kebijakan lelang frekuensi yang tidak akan dilakukan  dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai, langkah pemerintah yang tidak akan melelang frekuensi dalam waktu dekat tersebut harus dikomunikasikan dengan pihak perusahaan operator seluler.

"Pemerintah segera kasih jadwal kapan akan dilelang atau ditetapkan frekuensinya, misalnya, untuk 5G. Sebab, industri butuh inovasi, [dan] untuk data diperlukan frekuensi yang cukup," ujar Heru kepada Bisnis, Senin (3/2/2020).

Adapun, Kemenkominfo menilai pelelangan frekuensi bukan tujuan akhir dan hanya salah satu milestone bagi kementerian yang dipimpin oleh Johnny Gerard Plate tersebut.

Kasubdit Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat (DTBD) Kemenkominfo Adis Alifiawan mengatakan Kemenkominfo saat ini lebih fokus untuk membangun ekosistem pemanfaatan frekuensi alih-alih melakukan pelelangan.

"Kalau soal lelang [frekuensi], bagi kami itu bukan tujuan akhir. Itu hanya salah satu milestone. Kami punya harapan lebih besar di sisi ekosistem pemanfaatannya," ujar Adis kepada Bisnis.

Terkait dengan pembangunan ekosistem pemanfaatan frekuensi, jelas Adis, pemerintah sedang berupaya memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam memanfaatkan frekuensi untuk 5G ketika teknologi tersebut hadir di Tanah Air.

Pasalnya, kesiapan SDM diyakini akan memberikan manfaat terhadap ekosistem digital dalam hal pembuatan keputusan perencanaan pembangunan via kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), big data, dan internet of things (IoT).

Beberapa hal telah dijalankan oleh Pemerintah, seperti pengaturan frekuensi IoT, program Digital Talent Scholarship, program Relawan TIK, serta program IoT Makers Creation guna menyiapkan serta meliterasi SDM.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Ismail mengatakan pemerintah masih membahas lebih dalam mengenai rencana lelang frekuensi untuk 5G. Dia juga mengatakan untuk mengakomodir 5G, rencananya pemerintah tidak hanya mengandalkan frekuensi di millimeter wave, namun juga di pita lebar sedang atau mid band. Di Mid band, pemerintah punya dua opsi, yakni di 2,6 GHz dan 3,5 GHz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkominfo, penataan frekuensi, selular, operator seluler

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top