Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Israel-AS Raih Pendanaan General Atlantic Senilai US$210 Juta

CEO dan Co-Founder AppsFlyer Oren Kaniel mengatakan dana yang dikucurkan 3 tahun setelah pendanaan Seri C kepada perusahaan, membuat total investasi yang dimiliki menjadi US$294 juta.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  08:03 WIB
Startup - olpreneur.com
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA -- AppsFlyer, Perusahaan rintisan Israel-Amerika Serikat yang mengembangkan alat untuk mengukur efektivitas iklan mobile, mengumumkan pendanaan Seri D senilai US$210 juta yang dipimpin oleh General Atlantic, perusahaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

CEO dan Co-Founder AppsFlyer Oren Kaniel mengatakan dana yang dikucurkan 3 tahun setelah pendanaan Seri C kepada perusahaan, membuat total investasi yang dimiliki AppsFlyer menjadi US$294 juta.

Menurutnya, pendanaan ini memungkinkan perusahaan untuk menguatkan misinya dalam menyediakan alat yang dibutuhkan para pemasar.

"Demi meraih kesuksesan dan mengambil keputusan yang akurat, berdasarkan informasi yang tepat, strategis, serta membantu mendorong inovasi dan transparansi di seluruh industri kami," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (22/1/2020).

Sejak pendanaan seri sebelumnya, AppsFlyer dilaporkan telah berkembang hingga empat kali lipat menjadi perusahaan dengan 850 pegawai yang tersebar di 18 kantor di seluruh dunia. Tahun ini, AppsFlyer telah membuka kantor ketujuhnya di Asia-Pasifik yaitu di Jakarta.

Sebagai salah satu perusahaan Software as a Service (SaaS), AppsFlyer dikatakan telah mengalami pertumbuhan Pendapatan Berulang Tahunan (ARR) hingga lima kali lipat, melampaui US$150 juta pada 2019.

Co-President & Global Head of Technology General Atlantic Anton Levy menambahkan skala AppsFlyer yang mampu menyediakan data atribusi secara akurat serta proteksi dari penipuan, menghemat jutaan dolar bagi para pemasang iklan.

"Pada saat yang sama, perusahaan ini memikirkan klien mereka dalam setiap langkah yang diambil. Pasalnya, privasi data menjadi salah satu perhatian utama yang dihadapi oleh setiap perusahaan, kami sangat bersemangat untuk bermitra dengan pemimpin di bidang teknologi yang mengutamakan privasi dan keamanan," ujar Levy.

Sekedar catatan, General Atlantic selaku perusahaan investor telah memperluas portofolionya di Asia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perusahaan rintisan sektor pendidikan Ruangguru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel StartUp
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top