Siap-siap Unicorn dan Decacorn Indonesia Bertambah Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengisyaratkan akan ada perusahaan rintisan yang naik kelas menjadi unicorn dan decacorn pada 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2020  |  06:39 WIB
Siap-siap Unicorn dan Decacorn Indonesia Bertambah Tahun Ini
Karyawan beraktivitas di kantor Tokopedia, Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Menyusul empat startup yang telah menyandang status unikorn, pemerintah menyatakan akan ada tambahan dalam daftar tersebut pada tahun ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengisyaratkan akan ada perusahaan rintisan yang menjadi unicorn tahun ini. Dia belum bersedia mengungkapkan startup apa maupun sektor mana yang akan menjadi unicorn baru. 

Seperti dilansir dari Antara, Minggu (19/1/2020), Johnny hanya menyampaikan perusahaan tersebut berasal dari multiplatform.

"Ada beberapa, tapi jangan saya sebutkan," ujarnya saat ditemui usai acara Indonesia Millenial Summit 2020 di Jakarta, Sabtu (18/1).

Selain unicorn baru, Johnny juga menyampaikan kemungkinan akan ada perusahaan rintisan yang naik kelas menjadi decacorn pada 2020.

Sejak tahun lalu, diperkirakan unicorn baru akan datang dari sektor pendidikan atau kesehatan karena porsi APBN untuk kedua sektor ini cukup besar. 

Seperti diketahui, Indonesia telah memiliki 4 startup berstatus unicorn dan 1 perusahaan rintisan yang sudah menembus level decacorn. Keempat startup unicorn, yakni perusahaan rintisan dengan valuasi di atas US$1 miliar, tersebut adalah Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, dan OVO.

Adapun startup yang telah menjadi decacorn, alias perusahaan rintisan dengan valuasi di atas US$10 miliar, yaitu Gojek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkominfo, StartUp

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top