Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Modal Ventura Lanjutkan Tren Tahun Lalu

Investasi dilakukan melalui pendanaan Seri A dan Seri B dengan kisaran dana mulai dari US$1 juta sampai dengan US$10 juta.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  10:38 WIB
Ilustrasi - investama.co.id
Ilustrasi - investama.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan-perusahaan modal ventura siap melanjutkan investasinya di Tanah Air melalui pendanaan Seri A dan Seri B dengan kisaran dana mulai dari US$1 juta sampai dengan US$10 juta.

Seperti halnya tahun lalu, investasi rencananya digelontorkan kepada perusahaan rintisan di sejumlah sektor, meliputi kesehatan, pendidikan, logistik, teknologi finansial, pertiketan, dan mode.

Roderick Purwana, Managing Parnert SMDV, yang merupakan perusahaan partner EV Growth, mengungkapkan bahwa EV Growth tahun ini akan melanjutkan investasinya di perusahaan-perusahaan sektor kesehatan, edukasi, logistik, dan teknologi finansial.

"Tahun lalu, perusahaan mengucurkan dana ke sebanyak delapan perusahaan di sektor tersebut melalui pendanaan Seri B dengan kisaran US$5 juta—US$10 juta," ujar Managing Partner SMDV Roderick kepada Bisnis di sela-sela konferensi Deal Street Asia, Indonesia PE/VC Summit 2020 di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Sementara itu, tahun ini EV Growth telah memublikasikan pendanaan terhadap dua perusahaan di sektor pendidikan dan logistic yakni Hacktiv8 dan Waresix, yang tiap-tiap perusahaan meraup US$3 juta dan US$11 juta melalui pendanaan Pra-Seri A dan Seri A yang dipimpin EV Growth berpartisipasi dengan beberapa perusahaan modal ventura lain.

Adapun, sepanjang 2019 EV Growth dikatakan menghabiskan sekitar US$60 juta pada 2019 dari total dana investasi US$250 juta.

Sejak 2017, perusahaan telah menghabiskan lebih dari US$100 juta atau sekitar 60% dari total dana investasi yang dikucurkan kepada 20 perusahaan di Indonesia.

Sementara itu, perusahaan modal ventura asal Singapura yang turut berpartisipasi dengan EV Growth dalam pendanaan terhadap Waresix belum lama ini, yakni Jungle Ventures, akan tetap fokus berinvestasi di empat sektor sepanjang 2020 yakni teknologi finansial, logistik, pertiketan, dan mode.

Managing Partner Jungle Ventures David Gowdey mengatakan bahwa perusahaan berencana menggelontorkan US$1 juta—US$10 juta melalui pendanaan Seri A dan Seri B.

Adapun, perusahaan-perusahaan yang akan didanai oleh Jungle Ventures meliputi Waresix, BookMyShow, Sociolla, Kredivo, SweetEscape.

"Kami akan berinvestasi di perusahaan-perusahaan tersebut dan melanjutkan dukungan terhadap para pendiri perusahaan yang ada di dalam portofolio Jungle Ventures," ujar David kepada Bisnis.

Pemodal ventura yang akan mempertahankan fokusnya tahun ini adalah BRI Ventures.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan bahwa tahun ini korporasi akan mendanai sebanyak lima perusahaan di sektor teknologi finansial, baik itu pinjaman maupun pembayaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp modal ventura
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top