Realme Targetkan Pengiriman 50 Juta Ponsel pada 2020

Perusahaan produsen ponsel pintar asal China, Realme, menargetkan pengiriman hingga 50 juta ponsel pada 2020. Volume itu meningkat dua kali lipat dari pengiriman 2019 sebanyak 25 juta ponsel.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  16:38 WIB
Realme Targetkan Pengiriman 50 Juta Ponsel pada 2020
Realme U1 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan produsen ponsel pintar asal China, Realme, menargetkan pengiriman hingga 50 juta ponsel pada 2020. Volume itu meningkat dua kali lipat dari pengiriman 2019 sebanyak 25 juta ponsel.

Dikutip dari Reuters, Selasa (7/1/2020), Realme optimistis meningkatkan pasarnya seiring dengan peningkatan permintaan ponsel berbasis 5G. Perkembangan teknologi 5G yang pesat terutama terjadi di India, sehingga Realme akan memperkuat penjualan ke negara tersebut.

Ponsel Realme X50 5G dibanderol sekitar 2.499 yuan (US$359,71) atau Rp5 juta per unit untuk varian yang termurah. Hal ini sekaligus menandakan penguatan penetrasi ponsel 5G dari China dengan harga yang lebih terjangkau.

Huwaei dan Oppo misalnya, telah merilis 4 model 5G hingga saat ini. Adapun, Xiaomi telah meluncurkan 3 model 5G, dan akan mengeluarkan 10 model pada 2020.

Sementara itu, Apple Inc., yang telah mengalami peningkatan penjualan di China sejak puncaknya pada 2015, diperkirakan merilis perangkat 5G pada penghujung tahun ini.

Gelombang penetrasi ponsel 5G di China kian meluas seiring dengan peningkatan infrastruktur telekomunikasi. Hingga akhir November 2019, negara itu memiliki 113.000 BTS yang beroperasi.

Peningkatan infrastruktur telekomunikasi memberikan insentif bagi ponsel pintar China. Namun, data pemerintah setempat melaporkan penjualan ponsel turun 4,5 persen per Oktober 2019.

 Realme sebelumnya merupakan sub merek di bawah Oppo, yang kemudian menjadi perusahaan independen. Keduanya bersama Vivo adalah perusahaan milik BBK Electronics Corporation.

Perusahaan riset IDC melaporkan pengiriman Realme ke India naik 4 kali lipat antara kuartal III/2018—kuartal III/2019. Namun, 70 persen pasar perusahaan masih di China, karena menyasar segmen menengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartphone, ponsel, manufaktur china

Sumber : reuters

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top