Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaringan Serat Optik: 3 Indonesia Pasang Target Konservatif untuk Fiberisasi

PT Hutchison 3 Indonesia berencana  melakukan fiberisasi sebanyak 15% dari jaringan yang dimiliki pada 2020.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  13:38 WIB
Ilustrasi kabel serat optik - Reuters/Alessandro Bianchi
Ilustrasi kabel serat optik - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hutchison 3 Indonesia berencana  melakukan fiberisasi sebanyak 15% dari jaringan yang dimiliki pada 2020.

Tri memasang target konservatif mengenai fiberisasi.Wakil Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan bahwa perseroan telah melakukan fiberisasi 10% dari jaringan yang dimiliki.

Fiberisasi hanya dilakukan di sejumlah daerah dengan lalu lintas data yang padat seperti Jakarta.

Di sejumlah titik lainnya, kata Danny, perseroan masih mengandalkan gelombang mikro (microwave).

“Fiberisasi itu tergantung dari BTS Hub kami. Hub kami yang paling besar pertama di Jakarta, ada di Jawa Tengah juga banyak,” kata Danny kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu. 

Danny mengatakan untuk 2020, rencananya perseroan akan meningkatkan fiberisasi menjadi 15% dari panjang jaringan.

Perseroan menunggu hingga harga sewa serat optik murah untuk melakukan fiberisisia.

Selain itu, Tri lebih memilih menyewa dari operator penyelenggara jaringan telekomunikasi dibandingkan dengan membangun infrastruktur serat optik sendiri.

Alasannya, harga sewa serat optik tiap tahun makin turun.

“Jika menyewa itu kan jangka panjang 5—10 tahun, kami percaya harga sewanya tiap tahun turun. Jadi buat apa kita sewa untuk 10 tahun ke depan untuk harga yang mahal?” kata Danny.

Adapun mengenai fiberisasi dengan kesiapan dalam menyambut 5G, Danny mengatakan bahwa perseroan baru akan mulai menggalakan fiberisasi setelah ada kepastian mengenai 5G dari sisi spektrum hingga legalitas. 

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa banyaknya jumlah pemain di penyelenggaraan jaringan serat optik telah membuat harga yang diberikan kepada operator makin murah.  

Dia mencontohkan teknologi single mode dan multimode untuk serat optik. Secara teknologi single mode lebih baik dibandingkan dengan multimode.

Meski demikian, karena tingginya permintaan dan banyaknya jumlah operator yang menjual produk tersebut, harga yang ditawarkan oleh serat optik berteknologi single mode lebih murah dibandingkan dengan multimode. 

Ian menuturkan seharusnya dengan teknologi yang lebih canggih harga single mode lebih mahal, tetapi hal tersebut terbantahkan. 

“Karena yang dipakai saat ini kebanyakan single mode, maka harga yang ditawarkan lebih murah,” kata Ian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serat optik hutchison 3
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top