Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bolehkah Sharing Fix Broadband Sampai ke Pelanggan?

Industri internet tetap atau fix broadband sedang hangat membahas  mengenai merger dan akuisisi seiring dengan pernyataan dua perusahaan penyedia jasa layanan internet sekaligus penyelenggara jaringan, yang membuka peluang untuk konsolidasi. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 November 2019  |  13:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Industri internet tetap atau fix broadband sedang hangat membahas  mengenai merger dan akuisisi seiring dengan pernyataan dua perusahaan penyedia jasa layanan internet sekaligus penyelenggara jaringan, yang membuka peluang untuk konsolidasi. 

Timbul pertanyaan, jika konsolidasi operator seluler, terkesan agar rumit karena berkutat pada kepastian spektrum, karena tidak boleh digunakan secara bersama-sama atau sharing dan harus dievaluasi.

Lantas apakah kabel yang menghubungkan layanan internet ke rumah pelanggan atau last mile, boleh di sharing? Jika terjadi merger antara 2 perusahaan fix broadband. 

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi Kresna mengatakan bahwa sharing fix broadband berbeda dengan sharing mobile broadband atau internet bergerak. 

Sharing fixed broadband tidak menggunakan pita frekuensi radio sebagaimana yang terjadi pada mobile broadband.

Prihadi menjelaskan bahwa mobile broadband menggunakan pita frekuensi radio, spektrum sharing tidak diizinkan karena ada kaitannya dengan utilisasi frekuensi radio dan pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio. 

Adapun yang dibolehkan di-share dalam mobile broadband, kata Prihadi, adalah network sharing, bukan spectrum sharing.

“Jadi [fix broadband] yang akan di-share jelas adalah kapasitas jaringan fiber, dan tidak akan ada masalah. Investasi fiber optik seluruhnya oleh penyelenggara,” kata Prihadi kepada Bisnis.com, Senin (18/11/2019). 

Sebelumnya, PT Link Net Tbk. (LINK) dan PT MNC Vision Network Tbk. (IPTV) membuka peluang untuk menjalin konsolidasi dengan perusahaan lain yang  bergerak di bidang layanan internet sambungan tetap guna memperkuat posisi di industri.

Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. Ade Tjendra mengatakan  pihaknya tengah mendekati tiga perusahaan besar penyedia jasa layanan internet dan televisi protokol internet. Namun, dia belum bersedia menyebutkan perusahaan yang akan diakusisi tersebut.

Rencana akuisisi penyedia layanan internet oleh MNC Vision Network bertujuan untuk memperkuatkan posisi di industri jasa layanan intenet dan televisi kabel. Dengan konsolidasi, pangsa pasar perusahaan akan makin besar, biaya operasional lebih efisien, dan kondisi industri makin sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

broadband
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top