LAPORAN DARI CHINA : Huawei Kucurkan Rp300 Miliar untuk Ekosistem Infrastruktur Data

Raksasa teknologi asal Tiongkok Huawei bertekad untuk mengembangkan ekosistem infrastruktur data miliknya GausDB dengan mengucurkan dana pengembangan akademik senilai 150 juta yuan (setara Rp300 miliar rupiah).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 September 2019  |  14:35 WIB
LAPORAN DARI CHINA : Huawei Kucurkan Rp300 Miliar untuk Ekosistem Infrastruktur Data
Logo Huawei terpasng di acara Annual Huawei Connect di Shanghai China, Rabu (18/9/2019) - REUTERS/Aly Song

Bisnis.com, SHANGHAI - Raksasa teknologi asal Tiongkok Huawei bertekad untuk mengembangkan ekosistem infrastruktur data miliknya GausDB dengan mengucurkan dana pengembangan akademik senilai 150 juta yuan (setara Rp300 miliar rupiah).

Hal tersebut diumumkan Direktur Eksekutif Dewan Strategi & Pemasaran TIK Huawei David Wang dalam gelaran Huawei Connect yang digelar di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center Shanghai, Jumat (20/9/2019).

"Data dan kecerdasan [intelligence] telah mengubah cara kita bekerja dan hidup saat ini, keduanya telah berkembang menjadi pendorong produktivitas. Sebagai bentuk dorongan terhadap inovasi dalam infrasruktur data, kami mendorong industri untuk menggunakan infrastruktur GausDB milik kami lewat kemitraan dengan universitas terkemuka," kata David Wang.

Menurut dia, upaya kemitraan yang diberi nama GaussDB Golden Seeds Development Program itu merupakan bagian dari komitmen Huawei dalam mengembangkan ekosistem GaussDB, sistem database Huawei yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam arsitektur kernel dan algoritma pemrograman.

Kucuran dana tersebut akan diberikan kepada mitra riset dan universitas dalam bentuk pelatihan dan program magang terkait GaussDB.

Lebih lanjut, Wang menjelaskan bahwa Huawei juga akan membangun sepuluh laboratorium inovasi GaussDB yang akan dimulai di empat kampus ternama yaitu East China Normal University (ECNU), Wuhan University (WHU), Chongqing University of Posts and Telecommunications (CQUPT), and National Engineering Laboratory for Big Data Software of the Tsinghua University (NELBDS).

Selain itu, Huawei juga berkolaborasi dengan mitra industri untuk membangun ekosistem data berbasis Kunpeng, jajaran prosesor tercanggih mereka yang mendukung skenario komputasi kompleks.

Tujuan dari kemitraan tersebut adalah mendorong implementasi dan konvergensi infrastruktur data lewat prosesor Kunpeng dan Ascend.

Dalam Huawei Connect 2019, Huawei yang sebelumnya lebih terkenal dalam infrastruktur telekomunikasi berambisi untuk serius menggarap pasar komputasi dengan meluncurkan empat strategi komputasi yang akan berfokus kepada empat area yaitu inovasi arsitektur komputasi, investasi dalam prosesor untuk segala skenario, menerapkan batasan bisnis, serta membangun ekosistem terbuka lewat dukungan bagi pengembang.

Huawei Connect 2019 digelar pada 18-20 September 2019 di Shanghai yang merupakan ajang tahunan berskala global yang diselenggarakan Huawei bagi industri TIK.

Tahun ini Huawei mengusung tema “Advance Intelligence” dengan tujuan untuk mendorong kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi dunia cerdas di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, huawei

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top