PT ANDRITZ Hydro – Kenalkan Teknologi Digitalisasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Air

ANDRITZ Hydro memperkenalkan teknologi terbaru dalam pengawasan dan pengendalian operasi pembangkit listrik tenaga air.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 13 September 2019  |  18:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—ANDRITZ Hydro memperkenalkan teknologi terbaru dalam pengawasan dan pengendalian operasi pembangkit listrik tenaga air.

Hal ini ditandai dengan Inagurasi Remote Control Center di Jakarta 11/9/2019 yang diresmikan oleh Direktur Utama PT ANDRITZ Hydro Josef M. Ullmer, Wakil Duta Besar Austria untuk Indonesia, Josko Emrich dan Atase Transportasi, Inovasi dan Teknologi dari Kedutaan Besar Austria untuk Indonesia Michael Lederer.

Inagurasi ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi “250 SCALA Control Center System” yaitu teknologi digital yang dikembangkan oleh ANDRITZ Hydro dalam hal pengawasan, pengumpulan data, dan pengontrolan pembangkit listrik tenaga air (PLTA/PLTMH).

Teknologi ini sudah lama diaplikasikan di Eropa seperti misalnya pada Dispatch Center milik E.ON yang berlokasi di Landshut, Jerman, dengan tujuan untuk melakukan pengawasan lebih dari 100 PLTA secara real time.

Teknologi 250 SCALA Control Center System ini juga sudah diaplikasikan pada Remote Control Center milik PT ANDRITZ Hydro yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu, setelah mendengarkan pemaparan dari ahli Automasi dan teknologi digitalisasi dari ANDRITZ Hydro, para klien pun berkesempatan menyaksikan secara langsung demo dari Remote Control Center ini.

ANDRITZ Hydro adalah salah satu pemasok peralatan elektromekanikal pembangkit listrik tenaga air terbesar didunia dengan pengalaman lebih dari 175 tahun dan telah membangun lebih dari 430.000 MW pembangkit tenaga air di seluruh dunia.

Pada tahun 1996, ANDRITZ Hydro meresmikan PT ANDRITZ Hydro setelah lebih dari 100 tahun berkontribusi dalam pengembangan PLTA dan PLTMH di Indonesia.

Hingga kini, PT ANDRITZ Hydro telah berkontribusi dalam pembangunan 36 PLTA dengan total kapasitas terpasang 2.300 MW, PLTMH dengan total kapasitas terpasang lebih dari 170 MW sebanyak 46 unit dan merehabilitasi lebih dari 350 MW baik PLTA maupun PLTMH.

Pada tanggal 4 September 2019 yang lalu PT ANDRITZ Hydro telah menandatangani kontrak pembangunan PLTA Asahan 3 yang berkapasitas 2 x 87 MW untuk pekerjaan hidromekanikal (Penstock dan Gates).

Penandatanganan kontrak ini merupakan prestasi luar biasa lainnya dan memberikan tambahan kontribusi kisah sukses ANDRITZ Hydro selama lebih dari satu abad di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, teknologi

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top