Qualcomm Percepat Komersialisasi 5G dengan Mobile Platform Anyarnya

Rahmad Fauzan
Jumat, 6 September 2019 | 20:59 WIB
Qualcomm/Reuters
Qualcomm/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Qualcomm Technologies, Inc., anak perusahaan Qualcomm Incorporated, berencana untuk mempercepat komersialisasi global 5G secara besar-besaran dengan memperluas portofolio mobile platform 5G di Snapdragon Seri 8, Seri 7 dan Seri 6 pada 2020.

Beradasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (6/9/2019), Qualcomm Technologies mendorong penyebaran 5G di berbagai tingkatan untuk menjadikan pengalaman penggunaan kamera, video, teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan gim 
generasi berikutnya lebih luas ketersediaannya.

Adapun, hal tersebut dilakukan seiring dengan diluncurkan dan dikembangkannya lebih dari 150 desain 5G yang menggunakan solusi 5G perusahaan.

Senior Vice President dan General Manager, Mobile, Qualcomm Technologies, Inc., Alex Katouzian, mengatakan perluasan portofolio tersebut bertujuan mendukung fitur dan pita frekuensi secara global sehingga berpotensi membuat 5G dapat diakses oleh lebih dari 2 miliar pengguna ponsel pintar.

Dia menambahkan, Qualcomm Technologies turut menghadirkan mobile platform 5G pertama di dunia, yakni Modem-RF System komprehensif yang dikatakan dapat mempercepat komersialisasi 5G pada 2019.

“Kami juga memiliki posisi unik untuk mempercepat komersialisasi 5G untuk skala global dengan mitra OEM dan operator, yaitu dengan penawaran mobile platform di Snapdragon Seri 8, Seri 7 dan Seri 6 kami pada tahun 2020.”

Adapun, jajaran mobile platform baru ini akan menjadi yang pertama dalam peta jalan mobile platform 5G yang kompatibel dengan perangkat lunak yang memanfaatkan Snapdragon 5G Modem-RF System.

Terobosan dari sistem Snapdragon ini dirancang untuk memberikan kinerja seluler, jangkauan, efisiensi daya, dan desain perangkat 5G terbaik di skala global.

Selin itu, portofolio mobile platform 5G Snapdragon dirancang untuk mendukung semua wilayah dan pita frekuensi, termasuk spektrum mmWave dan sub-6 GHz, mode TDD dan FDD, 5G multiSIM, Dynamic Spectrum Sharing, Standalone (SA) dan arsitektur jaringan non-standalone (NSA).

Hal tersebut kemudian memberikan fleksibilitas dan memungkinkan peta jalan penyebaran jaringan 5G secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper