Indonesia, Magnet Investasi Startup

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menjelaskan, arus investasi yang masuk ke perusahaan rintisan di Indonesia selama semester I/2019 ini sekitar US$500 juta berdasarkan data yang dihimpun perusahaan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  14:14 WIB
Indonesia, Magnet Investasi Startup
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menjelaskan, arus investasi yang masuk ke perusahaan rintisan di Indonesia selama semester I/2019 ini sekitar US$500 juta berdasarkan data yang dihimpun perusahaan.

Pihaknya optimistis arus investasi akan sangat deras masuk ke Indonesia pada paruh kedua tahun ini.

“Semester kedua akan sangat ramai [investasi perusahaan rintisan]. Akhir tahun ini pasti lebih tinggi dari tahun lalu,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Dia menambahkan, perusahaan juga tengah menyiapkan dana kelolaan terbaru yang lebih besar dari dana  terakhir  yang diumumkan perusahaan pada September 2017 sebesar US$30 juta.

Adapun sejak awal berdiri sepuluh tahun lalu, East Ventures telah berinvestasi kepada  lebih dari 150  perusahaan rintisan di Indonesia dan Asia Tenggara.

 Sebelumnya, dalam wawancara di sela-sela perubahan logo Gojek pada Juli 2019,   Presiden  Gojek Indonesia Andre Sulistyo berharap perusahaan dapat segera merampungkan pendanaan Seri F dengan total target mencapai US$2,5 miliar dalam waktu dekat.

Menurutnya, sebagian besar dari target tersebut telah terpenuhi dalam beberapa bulan terakhir, dengan masuknya modal dari investor baru seperti SCB, Mitsubishi, dan Visa, dan juga penyertaan dari investor sebelumnya JD.com, Tencent, Google, dan Astra Internasional. 

Rencananya, pendanaan tersebut akan digunakan untuk membentuk banyak inovasi dan inisiatif baru di empat pilar bisnis utama Gojek yang mencakup transportasi, makanan, pembayaran, dan merchant. 

Selain itu, juga akan digunakan untuk akuisisi pengguna baru, dan pengembangan dan penelitian di bidang data science dan data learning untuk menghasilkan solusi teknologi terbaru.

investasi startup

Dalam kesempatan berbeda, Founder & CEO Ruangguru Belva Devara juga sempat mengisyaratkan potensi pendanaan tahapan selanjutnya atau Seri C dapat dikantungi oleh perusahaannya pada tahun ini. Dengan investasi tersebut, peluang perusahaannya menjadi unicorn kian besar. 

“ Sebagai bocoran, kita juga akan buka operasi di luar Indonesia tahun ini,”ujarnya tanpa bersedia berkomentar lebih lanjut.  

Ruangguru telah mendapatkan pendanaan Seri B yang dipimpin oleh UOB Venture Managament pada 2017 dengan nilai yang tidak disebutkan.

Melalui pendanaan Seri B tersebut, UOB Venture Management bergabung dengan Venturra Capital and East Ventures sebagai pendukung modal utama Ruangguru.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Softbank menaruh minat untuk berinvestasi di perusahaan rintisan pendidikan Ruang Guru dan perusahaan rintisan di bidang perikanan Aruna.

Hal itu disampaikan Menko Luhut setelah pertemuan antara CEO Softbank Masayoshi Son yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Mereka [Softbank] juga mau masuk ke Aruna. Janjinya begitu, startup baru,” ujarnya.

Softbank merupakan salah satu investor kakap dalam perusahaan teknologi. Perusahaan itu tercatat memiliki kepemilikan di decacorn seperti Grab dan unicorn Tokopedia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi startup

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top