Apple Siap Luncurkan Layanan Apple TV+, Lebih Murah Mana dengan Netflix?

Apple Inc. berencana untuk meluncurkan layanan TV berlangganan dan streaming video Apple TV+ pada November mendatang, di tengah upayanya mengerek perolehan pendapatan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  09:35 WIB
Apple Siap Luncurkan Layanan Apple TV+, Lebih Murah Mana dengan Netflix?
Logo Apple Inc. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Apple Inc. berencana untuk meluncurkan layanan TV berlangganan dan streaming video Apple TV+ pada November mendatang, di tengah upayanya mengerek perolehan pendapatan.

Menurut sumber terkait yang identitasnya dirahasiakan, seperti dilansir Bloomberg, Apple akan memperkenalkan tontonan-tontonan pilihan dan kemudian memperluas katalognya selama beberapa bulan.

Ada kemungkinan Apple juga akan memberikan free trial (uji coba gratis) saat membangun koleksinya. Layanan ini akan diluncurkan secara global di lebih dari 150 negara.

Produsen iPhone tersebut memasuki industri yang telah dipimpin oleh perintis layanan streaming Netflix Inc. dan Amazon.com Inc. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai target penjualan layanan senilai US$50 miliar pada tahun 2020.

Bersama Apple, dalam beberapa bulan mendatang, Walt Disney Co., AT&T Inc., dan NBCUniversal dari Comcast Corp. akan memulai debut penawaran baru dengan target pada meningkatnya jumlah pemirsa yang membatalkan langganan TV kabel atau menonton di ponsel mereka.

Di tengah ramainya persaingan, Apple mempertimbangkan strategi rilis yang berbeda untuk kontennya. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan tiga episode pertama dari beberapa program, yang diikuti dengan angsuran mingguan.

Sebagai perbandingan, Netflix cenderung merilis tontonan seluruh musim sekaligus, sementara HBO milik AT&T dan Hulu garapan Disney merilis episode secara mingguan.

Rangkaian konten awal Apple akan mencakup "The Morning Show", "Amazing Stories" karya Steven Spielberg, "See" bersama Jason Momoa, "Truth Be Told" dengan Octavia Spencer, dan seri dokumenter tentang rumah mewah yang disebut "Home".

Layanan ini akan menjadi bagian dari aplikasi TV Apple, yang diinstal pada perangkat-perangkat Apple, dan juga akan dapat diakses dari produk pihak ketiga, seperti perangkat box Roku dan Amazon Fire TV, dan televisi Samsung.

Meski belum mengumumkan harga untuk layanan Apple TV+, tetapi perusahaan diungkapkan sedang mempertimbangkan untuk membanderol US$9,99 per bulan.

Untuk pembanding, Netflix dan Amazon Prime hanya mematok biaya US$8,99 untuk menikmati konten-konten mereka, sedangkan Disney+ berencana untuk mengenakan harga US$6,99 ketika layanannya melakukan debut pada November.

Apple TV+ akan menjadi salah satu dari lima layanan berlangganan digital utama dalam portofolio Apple, bersama dengan Apple Music, layanan gaming Apple Arcade yang akan datang, Apple News+, dan langganan penyimpanan iCloud.

Perusahaan menghasilkan pendapatan berulang dari produk-produk seperti layanan pelanggan AppleCare dan program upgrade iPhone. Kemungkinan Apple juga akan mulai menarik pendapatan dari Apple Card, yang mulai diluncurkan awal bulan ini.

Apple mendorong penjualan layanannya untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari basis besar pengguna iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch.

Pergerakan untuk mengganti hardware tampak lebih lambat baru-baru ini karena harga yang lebih tinggi, kejenuhan pasar, hambatan ekonomi, dan kurangnya terobosan fitur baru.

Pada kuartal ketiga tahun fiskal, bidang layanan mewakili rekor sebesar 21 persen dari penjualan Apple, sementara iPhone terus turun di bawah 50 persen dari total penjualan.

Sejumlah analis berpendapat Apple TV+ bisa melampaui 100 juta pelanggan dalam setengah dekade mendatang. Ini akan menjadikannya penantang utama bagi Netflix dan Amazon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apple, Netflix

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top