Dimanfaatkan untuk Kejahatan Seksual, Hago Tingkatkan Keamanan di Chating Room

Gim online Hago memberikan klarifikasi terkait pelaku tindak kejahatan seksual yang memanfaatkan permainan tersebut untuk mencari korban berusia belia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  15:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Gim online Hago memberikan klarifikasi terkait pelaku tindak kejahatan seksual yang memanfaatkan permainan tersebut untuk mencari korban berusia belia.

Nama Hago sempat disebut oleh aparat kepolisian Polda Metro Jaya saat pengungkapan kasus pornografi yang dilakukan oleh AP (27 tahun). Dia memanfaatkan fitur chatting dari Hago untuk mencari mangsa anak di bawah 15 tahun.

Dari keterangan polisi, AP telah melakukan aksinya sejak 2017 dan melibatkan 10 orang korban. Beberapa korban diantaranya telah dimintai keterangan polisi untuk mendalami kasus tersebut.

Menanggapi kasus tersebut, Hago Indonesia telah meningkatkan keamanan melalui tiga tindakan di chat room aplikasi Hago yaitu blokir otomatis penyebaran nomor, pengingat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan menggalangan pengiriman gambar.

Langkah utama ini ditempuh setelah Hago bekerjasama sekaligus menerima instruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk meningkatkan keamanan pada aplikasi tersebut.

"Kami menentang keras tindakan asusila dan juga tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum negara Republik Indonesia," kata Valen Fan, Country Manager, HAGO Indonesia, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, saat ini HAGO Indonesia telah berkoordinasi dengan Kemenkominfo dalam  mengimplementasikan kebijakan-kebijakan teknis yang meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna aplikasi gim tersebut.

"Kami juga telah memulai publikasi edukasi tentang pentingnya menjaga informasi pribadi di kanal-kanal informasi yang dimiliki HAGO, seperti Facebook dan Instagram," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
game online

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top