Jaringan Konektivitas di Indonesia Cukup untuk Bangun Smart City

Dibutuhkan adanya wawasan pemahaman teknologi smart city oleh pemerintah daerah setempat untuk mendorong hadirnya kota pintar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  09:38 WIB
Jaringan Konektivitas di Indonesia Cukup untuk Bangun Smart City
Ilustrasi smart city - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – TIBCO, sebuah perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat, melihat konektivitas tersedia di sejumlah kota saat ini cukup untuk menghadirkan kota pintar di Indonesia, khusus Jakarta.

Alan Ho, Director of Marketing Asia Pacific TIBCO Software, mengatakan besarnya jaringan konektivitas yang dibutuhkan tergantung pada solusi yang akan dihadirkan untuk membangun kota pintar.

Dia menuturkan jika solusi yang diinginkan berupa waktu riil, maka jaringan konektivitas yang dibutuhkan cukup besar, adapun jika solusi yang ingin dihadirkan bukan berupa waktu riil, misalnya pengumpulan data pada waktu-waktu tertentu untuk di analisis, maka konektivitas data yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

“Secara menyeluruh konektivitas yang ada saat ini sudah mendukung untuk membangun smart city,” kata Alan kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, isu mengenai konektivitas menjadi perhatian Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).  Apjatel menilai pemerintah tidak bersungguh-sungguh dalam menghadirkan kota pintar disebabkan, banyak jaringan konektivitas internet yang diputus oleh pemda atau pengenaan biaya retribusi mahal kepada para operator. 

Sementara itu, Seno Soemadji, Country Manager Indonesia, TIBCO Software mengatakan perlu adanya wawasan pemahaman teknologi smart city oleh pemerintah daerah setempat untuk mendorong hadirnya kota pintar.

Dia berpendapat dukungan pemerintah diperlukan mulai dari kepemimpinan yang mendorong implementasi kebijakan sampai dengan tingkatan praktis yang melindungi penerapan smart city yang didorong praktik good governance.

“Penerapan teknologi (smart city), membutuhkan semangat yang kuat, dalam tingkatan tertentu memiliki kesamaan dengan semangat ‘kewirausahaan’ dalam melihat peluang dan mengejar potensi perbaikan,” kata Seno.

Seno menambahkan dalam menghadirkan solusi kota pintar TIBCO berfokus pada implementasi teknologi yang pada ujungnya berkontribusi pada Green Planet.

Kemudian, dalam menghadirkan solusi IoT pihaknya lebih berfokus pada platform, adapun untuk perangkat dan konektivitas, TIBCO menggandeng perusahaan lokal untuk berkolaborasi.

TIBCO masuk ke Indonesia pertama kali pada 2009. Saat ini TIBCO telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti XL Axiata, Telkomsel, Bank BCA, Bank Bukopin, Garuda Indonesia dan lain sebagainya.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smart city

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top