Perusahaan TV Kabel Saling Bidik Pertumbuhan Tinggi Tahun Ini

Perusahaan penyedia internet sambungan tetap dan TV kabel mematok  target tinggi untuk jumlah pelanggan pada 2019, melalui sejumlah strategi tayangan dan ekspansi jaringan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  18:04 WIB

Bisnis,com, JAKARTA — Perusahaan penyedia internet sambungan tetap dan TV kabel mematok  target tinggi untuk jumlah pelanggan pada 2019, melalui sejumlah strategi tayangan dan ekspansi jaringan.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) menargetkan 7 juta pelanggan IndiHome hingga akhir 2019, atau naik 40% dibandingkan jumlah pelanggan 2018.  

IndiHome merupakan salah satu produk layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) yang memberikan paket layanan komunikasi dan data.

Direktur Consumer Service Telkom, Siti Choiriana mengatakan untuk mencapai target tersebut pada tahun ini IndiHome akan menyasar pasar yang lebih luas, dengan masuk ke daerah-daerah pelosok yang belum terjangkau layanan internet cepat ke rumah atau Fiber to the home.

Dia mengatakan saat ini IndiHome telah hadir di 460 kota/kabupaten. IndiHome berupaya mencapai 514 kota/kabupaten.

“Hingga Juni pelanggan kami sudah 6 juta, harapannya pada Desember 2019 jumlah pelanggan bisa mencapai 7 juta,” kata Siti kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Disamping itu, Siti juga menjelaskan bahwa perseroan akan terus mengembangkan konten-konten yang memberi banyak manfaat dan inspirasi kepada pelanggan.

Dia mengatakan saat ini jumlah konten tayangan di IPTV IndiHome sudah mencapai 230 konten. Siti mengklaim bahwa IndiHome merupakan penyedia layanan internet dengan konten terlengkap saat ini.

Siti menyampaikan IndiHome memiliki beragam konten tayangan mulai dari yang diproduksi lokal hingga tayangan yang memberi edukasi.

Tidak hanya itu, IndiHome juga menyediakn bandwidth mulai dari 10 Mbps hingga 100 Mbps.    

“Jadi strateginya memang membawa IndiHome di top levelnya, menjadi yang terbaik agar tercipta pergerakan yang membawa Indonesia menjadi lebih baik,” kata Siti.

Sementara itu, PT Link Net Tbk. juga menargetkan pertumbuhan pelanggan residensial atau perumahan yang agresif pada tahun ini.

Link Net menargetkan jumlah pelanggan tv berbayar atau yang bernama HomeCable menyentuh angka 650.000 pelanggan pada akhir 2019. Adapun saat ini jumlah pelanggan HomeCable masih sekitra 610.000 pelanggan. 

Kemudian, jumlah homepass atau sambungan kabel yang melewati rumah juga ditargetkan mencapai 2,8 juta homepass pada Desember 2019.

Untuk mengejar target tersebut, Link Net berupaya memperluas jaringan dengan mengincar lima kota baru pada 2019, yaitu Semarang, Solo, Serang, Cilegon, dan Bali. Link Net juga akan bekerja sama dengan partner untuk meningkatkan cakupan, hanya saja Link Net tidak menyebutkan partner tersebut.

Adapun saat ini jaringan Link Net telah terdapat di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, Medan dan Batam.

 “Partnet kami akan memberi cakupan jairngan tambahan sehingga [jaringan kami] nanti tidak hanya terdapat di kota-kota yang first media memiliki aset,” kata Agung Satya Wiguna, Director Enterprise Sales Link Net.

Sementara itu, CEO & President Director PT Link Net Tbk. Marlo Budiman menambahkan, ekspansi yang dilakukan tidak berhenti sampai di lima kota tersebut, pada 2020 Link Net akan memperluas jaringan lagi dengan menyasar 4—5 kota baru.    

Lebih lanjut, Marlo menuturkan pihaknya juga terus berupaya memfasilitasi pelanggan dengan konten-konten tayangan pilihan yang disediakan juga dalam bentuk aplikasi.

Hingga saat ini Link Net telah berkerja sama dengan HOOQ, BeinSport, HBO Go, dan beberapa saluran TV channel lainnya yang memiliki layanan OTT—termasuk rencana kerja sama dengan Netflix pada 2020.

Dia mengatakan, kerja sama tersebut untuk mendukung kegiatan para pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan fleksibilitas. 

Marlo juga berpendapat bahwa kehadiran aplikasi dan fleksibelitas sudah menjadi tren saat ini sehingga perusahaan perlu menyesuaikan dengan tren tersebut. 

“Jadi ibaratnya kami ingin jadi one stop entertainment solution. Pelanggan tidak perlu melirik ke lain hati, lirik saja First Media. Kami tidak bisa melawan tren,” kata Marlo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tv kabel

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top