Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan TV Kabel Mulai Migrasi ke Platform Aplikasi

Perusahaan penyedia internet sambungan tetap dan TV kabel beralih melirik bisnis aplikasi, mengingat pergesaran pola konsumsi dan tren di masyarakat yang mendambakan fleksibilitas.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  08:29 WIB
Seorang wanita menonton acara televisi. - Istimewa
Seorang wanita menonton acara televisi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –- Perusahaan penyedia internet sambungan tetap dan TV kabel beralih melirik bisnis aplikasi, mengingat pergesaran pola konsumsi dan tren di masyarakat yang mendambakan fleksibilitas.

Director Enterprise Sales Link Net Agung Satya Wiguna PT Link Net Tbk. mengatakan saat ini televisi linier atau siaran langsung mulai ditinggalkan, termasuk pertandingan sepak bola.

Dia menilai saat ini masyarakat ingin menonton semua tayangan secara langsung kapanpun dan di manapun, kehadiran over-the-top dinilai mampu menjawab itu.

“Kalau dari sisi televisi linier, kamu harus tunggu jam berapa mulainya [pertandingan]. Tetapi dengan aplikasi cukup menonton 10 menit terakhir, kamu bisa tahu semuanya. Jadi televisi linier sudah ditinggalkan meskipun masih ada yang mau,” kata Agung di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, CEO & President Director PT Link Net Tbk. Marlo Budiman mengatakan, pihaknya telah berkerja sama dengan HOOQ, BeinSport, HBO Go, dan beberapa saluran TV channel lainnya yang memiliki layanan OTT—termasuk rencana kerja sama dengan Netflix pada 2020.

Dia mengatakan, kerja sama tersebut untuk mendukung kegiatan para pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan fleksibilitas. 

Marlo menampik asumsi yang menyebut bahwa penjualan aplikasi akan membunuh bisnis TV kabel. Kehadiran beragam aplikasi, lanjutnya, justru melengkapi bisnis TV kabel. Di samping itu, lanjutnya, tujuan penjualan aplikasi karena perseroan ingin agar semua kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi oleh Link Net.

Marlo juga berpendapat bahwa kehadiran aplikasi dan fleksibelitas sudah menjadi tren saat ini sehingga perusahaan perlu menyesuaikan dengan tren tersebut. 

“Jadi ibaratnya kami ingin jadi one stop entertainment solution. Pelanggan tidak perlu melirik ke lain hati, lirik saja First Media. Kami tidak bisa melawan tren,” kata Malo.

Hingga Juli 2019,  jumlah pelanggan tv berbayar yang disediakan Link Net bernama HomeCable telah mencapai 610.000 pelanggan. Link Net menargetkan jumlah pelanggan menyentuh angka 650.000 pelanggan pada akhir 2019.

Kemudian, jumlah homepass atau sambungan kabel milik Link Net ke rumah telah mencapai 2,4 juta pada 2019. Target perseroan adalah mencapai 2,8 juta homepass pada Desember 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyiaran
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top