Open Signal: Kecepatan Broadband Seluler Tertinggi Ada di pelosok Indonesia

Menurut analisis Opensignal yang meneliti 44 kota terbesar di Indonesia, pulau Jawa yang merupakan pusat politik, populasi, dan ekonomi Indonesia masih tampak tertinggal dalam hal kecepatan broadband selulernya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Mei 2019  |  16:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Menurut analisis Opensignal yang meneliti 44 kota terbesar di Indonesia, pulau Jawa yang merupakan pusat politik, populasi, dan ekonomi Indonesia masih tampak tertinggal dalam hal kecepatan broadband selulernya.

Faktanya, kecepatan unduhan dan unggahan tertinggi berada di pelosok-pelosok Indonesia, di kota-kota yang Anda tidak mengira akan menemukan jaringan seluler paling maju.  

Di urutan atas daftar mereka untuk Pengalaman Kecepatan Unduhan seperti dikutip dari siaran persnya adalah Kota Sorong di Papua Barat, Kota Gorontalo di Sulawesi, dan Ambon di Kepulauan Maluku — ketiganya secara statistik masuk dalam kelompok metrik ini dengan kecepatan unduhan keseluruhan rata-rata di atas 11 Mbps. Dalam Pengalaman Kecepatan Unggahan, Pekanbaru di Sumatra berada di posisi puncak dengan kecepatan rata-rata 5,9 Mbps.

Untuk menemukan kota di pulau Jawa pertama dalam kedua bagan ini, Anda harus mencari jauh di bawah urutan 10 teratas. Kota Malang dan Kota Bandung masing-masing berada di urutan 14 dan 15 dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan kami.

Dalam Pengalaman Kecepatan Unggahan, kita harus menelusuri jauh ke urutan 18 sebelum menemukan pusat populasi pertama di Jawa, Yogyakarta. Jakarta yang merupakan ibu kota negara dan megalopolitan bahkan berada di urutan lebih rendah. Skor Pengalaman Kecepatan Unduhan 7,8 Mbps sekitar 4 Mbps lebih rendah dibandingkan kota-kota di urutan teratas dalam analisis kami, sementara skor Pengalaman Kecepatan Unggahan 3,5 Mbps berarti selisih lebih dari 2 Mbps dari urutan atas.    

Mengapa pengalaman kecepatan pelanggan seluler makin baik ketika kita menjauh dari pulau Jawa? Hal ini bukan karena Jawa memiliki jaringan yang lebih lemah atau kurang canggih — justru sebaliknya. Yang kemungkinan besar terjadi adalah dinamika terkait persaingan dan permintaan. Telkomsel merupakan operator yang dominan di Indonesia, dan jika kita melihat di luar pusat-pusat populasi utama negara ini, dominasi tersebut terus tumbuh. Laporan nasional terbaru kami untuk Indonesia menunjukkan bahwa Telkomsel menyediakan kecepatan broadband seluler tertinggi bagi pengguna Opensignal: skor Pengalaman Kecepatan Unduhannya lebih dari dua kali lipat dari kebanyakan pesaingnya.

Di kota-kota seperti Sorong, kami melihat sebagian besar pengguna kami mengakses jaringan Telkomsel, oleh sebab itu, mayoritas pelanggan seluler menggunakan koneksi broadband seluler yang lebih cepat.

Permintaan juga memegang peran penting dalam kecepatan pengalaman pelanggan sehari-hari. Makin banyak pengguna yang terhubung ke suatu jaringan, maka kapasitasnya akan tersebar dan bisa menyebabkan penurunan kecepatan rata-rata.

Meskipun operator cenderung memusatkan peningkatan jaringan dan kapasitas mereka di kota-kota besar, namun sering kali peningkatan tersebut tidak mampu mengimbangi permintaan data seluler dari penduduk kota yang padat dan menyukai teknologi.

"Mungkin kami terdengar seperti mengusik pulau Jawa, tetapi hal ini karena mayoritas populasi Indonesia berada di pulau ini, sehingga Jawa memiliki tingkat permintaan tertinggi. Jika kita memperluas analisis kita ke semua kota-kota terbesar di Indonesia, kita akan melihat tren yang serupa. Batam, Bandar Lampung, Makassar, dan Palembang berada di luar kelompok 10 teratas dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan dan Unggahan kami," demikian isi dari kutipan siaran pers mereka.

Meski demikian, mereka juga menuliskan setiap aturan memiliki pengecualian, dan dalam hal ini pengecualian itu adalah Medan di Sumatra, kota terbesar Indonesia di luar pulau Jawa.

Medan berada di urutan 6 teratas dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan dan Unggahan kami, membuktikan bahwa kota ini mampu menjaga kecepatannya relatif tinggi di tengah permintaan dan tingkat persaingan yang ketat. Mungkin Medan dapat memberikan sejumlah wawasan berharga bagi para operator dalam meningkatkan jaringan mereka di kota-kota terbesar Indonesia di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
broadband

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top