Badai Matahari Melanda Bumi? Begini Animasinya Versi NASA

Badai matahari dikabarkan akan terjadi pada hari ini, Jumat (15/3). Namun menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia, badai yang diperkirakan terjadi merupakan badai geomagnetik dengan skala minor atau kategori G1.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  10:49 WIB

Bisnis.com, Jakarta  - Badai matahari dikabarkan akan terjadi pada hari ini, Jumat (15/3). Namun menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia, badai yang diperkirakan terjadi merupakan badai geomagnetik dengan skala minor atau kategori G1.

Badai geomagnetik kategori ini memiliki kekuatan dengan nilai indeks Kp=5 dengan gangguan magnetik berkisar < 125 nano Tesla. Berikut animasi badai matahari versi NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang diposting melalui akun Youtube NASA Goddard.

Dampak yang disebabkannya hanya gangguan minor pada sistem satelit dan gangguan lemah pada jaringan listrik, terutama pada wilayah lintang tinggi atau lokasi di permukaan Bumi yang dekat dengan wilayah kutub.

Badai geomagnetik sendiri merupakan gangguan sementara pada lapisan magnetosfer Bumi yang diakibatkan oleh interaksi antara angin matahari dengan medan magnet Bumi. Fenomena ini rutin terjadi sebagai akibat aktivitas pelontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) di matahari.

Berdasarkan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan ilmiah di Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang berfokus pada kondisi samudera dan atmosfer, badai geomagnetik memiliki lima kategori skala kekuatan, yakni:

Skala G1 atau minor, menyebabkan gangguan lemah pada jaringan listrik terutama di wilayah lintang tinggi. Kemungkinan hanya menyebabkan gangguan minor pada sistem satelit.

Lalu skala G2 atau moderate, berdampak menyebabkan gangguan pada jaringan listrik di wilayah lintang tinggi. Bila badai terjadi dalam durasi yang lama bisa menyebabkan kerusakan pada trafo hingga terjadi koreksi pada orientasi satelit.

Skala G3 atau strong, berpotensi menyebabkan terjadinya koreksi tegangan. Berpotensi terjadinya pergeseran pada satelit dengan orbit rendah.

Kemudian skala G4 atau severe, bisa menyebabkan koreksi pada orientasi sistem satelit, navigasi satelit terganggu hingga beberapa jam. Navigasi radio frekuensi rendah akan terganggu.

Terakhir skala G5 atau extreme. Badai kategori ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik, kerusakan pada trafo, navigasi radio frekuensi rendah menghilang dalam beberapa jam, hingga gangguan pada sistem satelit hingga beberapa hari.

Terkait badai geomagnetik G1 yang diperkirakan terjadi, BMKG menyatakan Indonesia yang berada di wilayah ekuator memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami gangguan akibat badai geomagnetik ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nasa, badai matahari

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top