Telkomsel Inbreng TCASH ke LinkAja

PT Telekomunikasi Selular, entitas anak PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., melakukan penyetoran modal nontunai atau inbreng ke PT Fintek Karya Nusantara berupa bisnis layanan uang elektronik TCASH.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  12:35 WIB
Telkomsel Inbreng TCASH ke LinkAja
Pengguna Telkomsel menyaksikan perayaan Cap Go Meh di Singkawang menggunakan aplikasi Maxstream - Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular, entitas anak PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., melakukan penyetoran modal nontunai atau inbreng ke PT Fintek Karya Nusantara berupa bisnis layanan uang elektronik TCASH.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (26/2/2019), VP Investor Relations Telkom Indonesia Andi Setiawan mengungkapkan Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyetorkan modal nontunai atau inbreng bisnis layanan uang elektronik TCASH pada, Jumat (22/2/2019). Dengan pengalihan tersebut, TCASH yang semula dikelola oleh Telkomsel menjadi dikelola oleh Fintek Karya Nusantara (Finarya) dan berubah menjadi LinkAja.

“Saat ini Telkomsel menjadi pemegang saham mayoritas Finarya dengan komposisi kepemilikan saham sebesa 99,99% dari seluruh saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (26/2/2019).

Dengan demikian, Andi menyebut dampak dari kejadian itu yakni peningkatan modal disetor Finarya dan pengalihan bisnis TCASH dari Telkomsel ke Finarya. Selanjutnya, terjadi perubahan layanan uang elektronik TCASH menjadi LinkAja.

Seperti diketahui, Finarya merupakan anak usaha Telkomsel yang bergerak di bidang penyelenggara jasa sistem pembayaran.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menjelaskan bahwa Himbara, Telkomsel, dan PT Pertamina (Persero) akan mengempit kepemilikan saham di Finarya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan skema tersebut sesuai dengan arahan Menteri BUMN Rini M. Soemarno. Pihaknya menginginkan penyatuan untuk menghindari duplikasi investasi dengan menyasasar costumer base atau basis konsumen yang sebagian beririsan.

“Strategi ini juga inline dengan pembentukan holding BUMN perbankan, selain itu, persaingan [dalam sistem pembayaran QR Code] bukan hanya dengan Go-Pay dan Ovo tetapi dengan juga dengan multinasional. Ke depan, jangan hanya jadi penonton di negeri sendiri,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkomsel, LinkAja

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top