Kode QR Harus Jangkau Industri Kecil dan Menengah

Kemenperin berharap para perusahaan teknologi yang kini tengah gencar mempromosikan dompet digital juga dapat merangkul para pelaku IKM.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  15:49 WIB
Kode QR Harus Jangkau Industri Kecil dan Menengah
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) bersama Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah ( kiri), dan Direktur PT Mikrobisnis Debbie Sianturi membayar menggunakan Snap QR Code dari TCASH, di pasar rakyat Mayestik, Jakarta, Selasa (19/12). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Transaksi elektronik dengan menggunakan teknologi kode Quick Response (QR) yang diprediksi semakin marak pada tahun ini dinilai perlu menjangkau Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar memudahkan pembayaran masyarakat.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, pemerinah telah menyusun peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk menyambut revolusi industri 4.0.

Sejalan dengan itu, dia menilai salah satu permasalahan yang dihadapi dalam mengimplementasikannya adalah industri kecil dan menengah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi.

Sebagai gambaran, industri kecil adalah perusahaan yang memiliki investasi di bawah Rp1 miliar, sedangkan kategori industri menengah adalah perusahaan yang memiliki investasi antara Rp1 miliar hingga Rp14 miliar.

“Saat ini kami fokus di industri menengah. Salah satu tantangannya adalah sistem pembayaran yang belum secara digital,” ujarnya saat menghadiri Mbiz Meet Hub, Kamis (21/02).

Dia menyebutkan, pelaku IKM saat ini masih banyak yang enggan untuk mengalokasikan anggaran untuk pengembangan infrastruktur teknologi pembayaran seperti mesin EDC [Electronic Data Capture]. Oleh karena itu, dia berharap para perusahaan teknologi yang kini tengah gencar mempromosikan dompet digital juga dapat merangkul para pelaku IKM.

Menurutnya, tren transaksi elektronik dengan metode kode QR akan semakin marak pada tahun ini. Hal ini karena cara ini dianggap lebih mudah oleh masyarakat Indonesia familiar dengan teknologi smartphone sehari-harinya.

Dia pun menyambut baik rencana sejumlah bank yang akan berkonsolidasi dalam menciptakan satu produk dompet digital dengan metode kode QR. Dengan kehadiran produk baru itu, dia menilai masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran.

Seperti diketahui, pada  Maret mendatang industri dompet digital nasional akan mendapatkan satu pemain baru  yaitu LinkAja, yang merupakan gabungan dari produk dompet digital yang dimiliki perusahaan plat merah yang terdiri dari Telkomsel, Bank Mandiri,  BNI, BRI, BTN, dan Pertamina.

Dengan bermodalkan nasabah dan jaringan yang kuat, kehadiran produk baru tersebut akan meramaikan persaingan pasar dompat digital Tanah Air, yang saat ini tengah didominasi oleh Go-Pay dan Ovo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech, QR code

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup