CEO Huawei: "Amerika Serikat Tidak Bisa Menghancurkan Kami"

Huawei menghadapi kebijakan larangan penggunaan sebagian perangkat produksinya di Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat saat negara-negara di dunia bersiap bergeser ke teknologi 5G.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:47 WIB
CEO Huawei:
Pendiri Huawei Technologies Co., Ren Zhengfei - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pendiri Huawei Technologies Co., Ren Zhengfei menyatakan bahwa upaya Amerika Serikat mengadang perkembangan bisnis Huawei tidak akan berhasil.

“Tidak mungkin Amerika Serikat bisa menghancurkan kami,” kata Ren dalam wawancara dengan BBC yang dikutip Bloomberg pada Selasa (19/2).

Dia menegaskan bahwa dunia tidak bisa mengacuhkan Huawei karena teknologi Huawei lebih unggul.

“Dunia tidak bisa meninggalkan kami karena kami lebih maju. Meskipun Amerika Serikat bisa membujuk lebih banyak negara untuk tidak menggunakan kami untuk sementara, kami selalu bisa sedikit memperlambat ekspansi,” kata Ren.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa waktu terakhir berupaya mendorong agar negara-negara lain tidak menggunakan peralatan telekomunikasi Huawei. Alasan mereka adalah perangkat Huawei bisa digunakan badan intelijen China untuk mengumpulkan informasi.

Ren membantah tuduhan tersebut dengan menegaskan bahwa Huawei tidak akan merugikan pelanggannya sendiri.

Pernyataan Ren kepada BBC dilontarkan setelah Kerajaan Inggris (United Kingdom/UK) menunjukkan kesiapan untuk mengacuhkan tekanan Trump dan membiarkan perangkat produksi Huawei digunakan oleh operator telekomunikasi di wilayahnya. Pusat Pertahanan Siber Kerajaan Inggris menyatakan risiko penggunaan perangkat 5G Huawei bisa dibatasi.

Ren mengatakan Huawei berpotensi mengalihkan investasi yang tadinya bakal dikucurkan di Amerika Serikat, ke UK.

“Kami masih percaya dengan UK dan kami berharap agar UK lebih mempercayai kami. Jika AS tidak percaya dengan kami, kami akan menggeser investasi kami dari UK ke AS dalam skala yang lebih besar.”

Namun, Huawei masih menghadapi kebijakan larangan penggunaan sebagian perangkat produksi Huawei di Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat saat negara-negara di dunia bersiap bergeser ke teknologi 5G. Hambatan ini tidak membuat Ren gentar.

“Jika lampu padam di Barat, Timur masih akan bersinar. Jika Utara mulai gelap, masih ada Selatan. Amerika tidak mewakili seluruh dunia. Amerika hanya bagian dari dunia,” kata Ren.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telekomunikasi, teknologi 5G

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top