Data 57 Juta Pelanggan Uber Dicuri

Pencurian data yang terjadi pada Oktober 2016 itu meliputi nama, nomor telepon, dan surat elektronik dari 50 juta pengguna Uber di seluruh dunia.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 November 2017  |  13:43 WIB
Data 57 Juta Pelanggan Uber Dicuri
Uber Technologies Inc - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Peretas berhasil membongkar sistem keamanan Uber Technologies Inc. dan mencuri 57 juta data pelanggan. Uber kemudian memberikan uang US$100.000 keepada peretas agar tetap bungkam dan tidak mempublikasikan aksinya.

Bloomberg menyatakan pencurian yang terjadi pada Oktober 2016 itu meliputi nama, nomor telepon, dan surat elektronik dari 50 juta pengguna Uber di seluruh dunia.

Selain itu, peretas juga mencuri data pribadi dari 7 juta mitra Uber. Sebanyak 600.000 nomor SIM, nomor KTP, rekaman perjalanan, kartu kredit ,dan data lainnya.

"Tidak seharusnya hal ini terjadi  dan saya tidak akan tinggal diam," kata CEO Uber, Dara Khosrowshahi dalam siaran tertulis pada Rabu (22/11).

Dia menambahkan Uber akan mengubah caranya berbisnis sejak kejadian peretasan ini. Menurutnya pada saat kejadian, Uber segera mengambil langkah untuk mengamankan data dan menutup akses yang tidak sah oleh individu.

"Kami juga menerapkan langkah-langkah keamanan untuk membatasi akses dan memperkuat kontrol pada akun penyimpanan berbasis komputasi awan kami," katanya.

Pada saat kejadian, Uber sedang bernegosiasi dengan regulator Amerika Serikat yang menyelidiki klaim pelanggaran privasi yang terpisah. Uber mengatakan sudah melaporkan kasus ini ke regulator serta memberikan daftar pengemudi yang nomor lisensinya diambil.

Perusahaan juga membayar peretas untuk menghapus datanya dan tetap melakukan pelanggaran dengan tenang. Uber mengatakan pihaknya yakin informasi tersebut tidak pernah digunakan, tetapi menolak untuk mengungkapkan identitas penyerangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keamanan siber

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top