Go-Pay Catat Porsi Transaksi Lebih dari 50%

Sejak diluncurkan 8 bulan lalu, Go-Pay telah mencapai porsi lebih dari 50% transaksi di Go-Jek saat ini. Hal ini disebut menjadi salah satu bukti keberhasilan Go-Pay dalam mempromosikan transaksi non-tunai dan cashless society. Saat ini, Go-Pay juga telah bermitra dengan 17 bank dan 2 jaringan ATM di Indonesia.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 18 Juli 2017  |  20:38 WIB
Go-Pay Catat Porsi Transaksi Lebih dari 50%
Aplikasi Go-Pay - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak diluncurkan 8 bulan lalu, Go-Pay telah mencapai porsi lebih dari 50% transaksi di Go-Jek saat ini. Hal ini disebut menjadi salah satu bukti keberhasilan Go-Pay dalam mempromosikan transaksi non-tunai dan cashless society. Saat ini, Go-Pay juga telah bermitra dengan 17 bank dan 2 jaringan ATM di Indonesia.

Melalui layanan Go-Pay ini, Go-Jek sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi di Indonesi, ameraih Penghargaan Bank Indonesia dengan kategori Perusahaan Fintech Teraktif Pendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Inklusi dan Edukasi Keuangan serta Pemberdayaan UMKM tahun 2017.

President of GO-JEK Andre Soelistyo mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan Bank Indonesia terhadap pihaknya sebagai perusahaan yang aktif mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM. Lebih dari 300.000 mitra driver Go-Jek  menjadi agen inklusi keuangan mempromosikan solusi pembayaran non-tunai.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam berbagai layanan yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat termasuk layanan keuangan," ujarnya melalui rilis yang diterima Bisnis, Selasa (18/7/2017).

Dia menambahkan dengan mitra yang menjadi agen inklusi keuangan, maka sekarang para pelanggan yang tidak memiliki rekening bank bisa memanfaatkan layanan dompet elektronik hanya dengan melakukan top-up melalui mitra.

Saat ini para pengguna Go-Pay bisa melakukan transfer saldo menggunakan QR code atau nomor ponsel ke sesama pengguna GO-PAY tanpa biaya, melihat riwayat transaksi, dan tarik tunai saldo Go-Pay melalui berbagai bank.

"Kami percaya denganGo-Pay akan semakin banyak pelanggan dan masyarakat yang akan terekspos dengan produk dan layanan jasa keuangan,” katanya.

Go-Pay dari Go-Jek menjadi satu-satunya sistem pembayaran non-perbankan yang menerima penghargaan Bank Indonesia. Dalam kategori tersebut, GO-JEK dinominasikan bersama dua perusahaan start-up lainnya yakni Tokopedia dan Bukalapak.

Adapun penghargaan yang diadakan oleh Bank Indonesia di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dan kinerja guna mewujudkan stabilitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan Go-Jek terhadap pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) ditunjukkan dengan menggandeng lebih dari 100.000 pengusaha UKM untuk menjadi merchant layanan Go-Food dan Go-Mart.

“Sebagai perusahaan teknologi, kami mengakomodasi pengusaha UMKM dalam memperluas akses ke pelanggan dan pasar. Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada pemerintah yang sedang memfokuskan diri menggenjot sektor UMKM sebagai salah satu tumpuan perekonomian negara,” katanya.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pemberian penghargaan ini merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para pelaku ekonomi yang bersama-sama pemerintah, otoritas jasa keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berupaya mewujudkan stabilitas makroekonomi serta memfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekonomi secara sehat dan berkesinambungan.

“Penghargaan Bank Indonesia ini diberikan kepada para pelaku ekonomi dan tokoh bangsa yang dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya untuk mengawal dan memajukan perekonomian Indonesia, serta memberikan inspirasi bagi peningkatan kualitas dan tata kelola perekonomian bangsa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Go-Jek

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top