Layanan Go-Jek Sumbang Rp2,15 Triliun bagi Ekonomi Kota Bandung

Lembaga Demografi Fakultas Ekonimi dan Bisnis Universitas Indonesia mencatat kontribusi mitra Gojek terhadap perekonomian Kota Bandung di 2018 mencapai Rp2,15 triliun.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  14:27 WIB
Layanan Go-Jek Sumbang Rp2,15 Triliun bagi Ekonomi Kota Bandung
Pengemudi Gojek - Reuters

Bisnis.com, BANDUNG — Lembaga Demografi Fakultas Ekonimi dan Bisnis Universitas Indonesia mencatat kontribusi mitra Gojek terhadap perekonomian Kota Bandung di 2018 mencapai Rp2,15 triliun.

Perhitungan itu mencakup mitra dari empat layanan Gojek, yakni Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan Go-Life. Sementara untuk kontribusi mitra Gojek terhadap perekonomian nasional mencapai Rp44,2 triliun.

Omzet Layanan Go-Jek di Bandung 2018

Segmen

Omzet

Go-Food UMKM

Rp1.500 miliar

Go-Ride

Rp537 miliar

Go-Car

Rp111 miliar

Go-Life

46 miliar

Jumlan

Rp2.152 miliar

Paksi CK Walandouw, Wakil Kepala LD FEB UI, menyebutkan perhitungan tersebut didapat dari selisih pendapatan mitra Gojek sebelum hingga setelah bergabung dengan Gojek.

“Kontribusi yang semakin besar dari Gojek menunjukan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ke perekonomian daerah,” kata dia saat mempresentasikan hasil riset bertajuk Dampak Sosial Ekonomi Go-Jek Indonesia di Ibis Style Braga, Kota Bandung, Selasa (25/6/2019).

Kontribusi terbesar bagi perekonomian Kota Bandung dari empat layanan Gojek didapat dari mitra UMKM Go-Food yakni sebesar Rp1,5 triliun. Saat ini, mitra UMKM di Kota Bandung yang tergabung dalam Go-Food sebesar 23.105 UMKM.

“Untuk Kota Bandung yang terkenal dengan kota kuliner, angka tersebut sangat besar, sehingga dapat membantu mempercepat perekonomian pelaku UMKM,” kata Paksi.

Menurut Paksi, sekitar 76% mitra UMKM di Kota Bandung mengalami kenaikan volume transaksi dengan rata-rata peningkatan omzet sebesar Rp5.300.000 per bulan. Sementara itu, Go-Ride juga menyumbang Rp537 miliar dari mitra gojek yang hampir menyentuh angka 100.000 mitra pengemudi. 

“Rata-rata pendapatan pengemudi Go-Ride perbulan sebesar Rp3,4 juta, lebih besar dari UMK Kota Bandung Rp3,1 juta,” kata Paksi.

Selanjutnya kontribusi Go-Car mencapai Rp111 miliar per tahun. Dan Layanan teranyar dari Gojek yakni Go-Life bisa berkontribusi sebesar Rp 46 miliar.

Riset ini dilakukan di Kota Bandung denfan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka dengan responden dipilih dengan pencuplikan acak sederhana dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.

Responden yang digunakan dalam riset ini dilakukan pada 385 mitra Go-Ride, 50 responden Mitra Go-Car, 100 mitra Go-Food dan 80 mitra Go-Life. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Go-Jek, Gojek

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top