Microsoft Inspire, Satya Nadella Luncurkan Microsoft 365

Microsoft Corporation menggelar Microsoft Inspire, konferensi yang mempertemukan partner Microsoft dari seluruh dunia di Washington D. C., Amerika Serikat. Acara konferensi dibuka oleh keynote speak dari CEO Microsoft Satya Nadella.
Demis Rizky Gosta Demis Rizky Gosta | 10 Juli 2017 21:42 WIB
Microsoft Inspire, Satya Nadella Luncurkan Microsoft 365
Suasana Microsoft Inspire 2017

Bisnis.com, WASHINGTON D. C. — Microsoft Inspire, konferensi yang mempertemukan partner Microsoft dari seluruh dunia, mulai bergulir. CEO Microsoft Satya Nadella dijadwalkan membuka acara.

Microsoft memperkirakan sekitar 10.000 perusahaan partner Microsoft dari seluruh dunia akan hadir di Microsoft Inspire. Para partner Microsoft adalah perusahaan yang menyediakan jasa dan produk menggunakan platform yang disediakan Microsoft, termasuk Azure dan Office.

Pidato Nadella akan menunjukkan arah kebijakan Microsoft yang telah berkomitmen fokus terhadap strategi yang mengutamakan bisnis digital dan komputasi awan. Microsoft juga diperkirakan akan memperkenalkan beberapa produk peranti lunak baru.

Pada jadwal konferensi, Microsoft dijadwalkan akan memaparkan tentang cara penyedia jasa teknologi dan perusahaan bisa memanfaatkan Azure, platform komputasi awan Microsoft. Salah satu sesi akan fokus pada Azure Stack, platform komputasi awan hybrid.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah perkembangan aturan soal keamanan data pribadi di Eropa yang dinamakan General Data Protection Regulation (GDPR). Aturan baru ini mengharuskan seluruh perusahaan yang beroperasi di Uni Eropa mengadaptasi sistem teknologi informasi mereka. Di tengah gelombang serangan malware dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft tentu akan memanfaatkan Inspire sebagai tempat memaparkan kemampuan keamanan platform digital mereka.

 

21:56 WIB

Nadella Tutup Keynote Speak dengan Project Premonition

Nadella menutup keynote speech dengan paparan soal Project Premonition. Proyek ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dan cloud Microsoft untuk mencegah penyebaran virus.

Lewat data yang dikumpulkan dan hasil analisis gambar dari drone Microsoft mencoba mencegah virus Zika menyebar sebelum mencapai daerah urban berpopulasi padat.

21:25 WIB

Untuk Memudahkan Proses Bisnis, Microsoft Integrasikan LinkedIn

Fitur berikut yang diumumkan Microsoft adalah integrasi antara Microsoft 365, LinkedIn, dan Dyanamics 365. Nadella mengatakan kombinasi ketiga produk tersebut memudahkan dan mempercepat proses bisnis di berbagai sektor usaha.

Alysa Taylor mengatakan kombinasi ketiga produk tersebut bisa diterapkan dalam proses penjualan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Dia mencontohkan fitur yang mampu menganalisa 'kesehatan' prospek penjualan lewat data yang didapatkan dari email antara sales dan pelanggan, penjualan sebelumnya, hingga jaringan yang dimiliki sales dengan orang yang bekerja di perusahaan sasaran penjualan.

Di sisi pengelolaan sumber daya manusia, kombinasi ketiga produk tersebut memudahkan proses rekrutmen pegawai baru. Manajer SDM bisa mencari calon pegawai cukup dengan melakukan pencarian di LinkedIn. Proses kemudian bisa dilanjutkan secara otomatis dengan mencocokkan jadwal antara pewawancara dan calon pegawai baru.

20:59 WIB

Satya Nadella Meluncurkan Microsoft 365

CEO Microsoft Satya Nadella kemudian mengumumkan kehadiran Microsoft 365 paket peranti lunak yang menggabungkan produk peranti lunak Office 365, Windows 10, dan Enterprise Mobility + Security.

Nadella menyatakan Microsoft 365 didesain untuk memperkuat perusahaan dan karyawannya di era transformasi digital, sebagai solusi Microsoft di dunia kerja modern

Microsoft 365 ditawarkan dalam dua versi yaitu Enterprise dan Business. Versi Enterprise dihadirkan buat perusahaan besar, sedangkan Business bisa dimanfaatkan oleh perusahaan skala kecil.

20:53 WIB

Satya Nadella Memaparkan Paradigma Komputasi Awan Microsoft

CEO Microsoft Corporation Satya Nadella melanjutkan acara sebagai keynote speaker dengan memaparkan paradigma Microsoft dalam pengembangan komputasi awan.

Nadella mengatakan paradigma pengembangan komputasi awan Microsoft adalah arsitektur yang terdiri dari Intelligent Cloud dan Intelligent Edge.

Kedua paradigma tersebut memiliki tiga karakter. Pertama adalah multi-device, multi sense. Artinya saat ini cara kerja tidak lagi menggunakan hanya satu perangkat, bahkan tidak lagi menggunakan proses tunggal. “Pengalaman yang dialami pengguna perangkat harus lebih kaya,” kata Nadella

Karakter kedua adalah penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Nadella menjelaskan saat ini data yang dihasilkan mencapai 4 GB per detik. Jumlah data yang terus bertambah tersebut bisa bisa sia-sa jika tidak dimanfaatkan memanfaatkan kecerdasan buatan.

Karakter ketiga adalah serverless. Jumlah data yang besar tersebut dan kehadiran kecerdasan buatan menciptakan skala efisiensi baru untuk mengembangkan, mendistribusikan, hingga mengelolanya.

09:24 WIB

Microsoft Menginvestasikan US$250 Juta untuk Membantu Partner Terhubung dengan Pelanggan

Corporate Vice President of the One Commercial Partner Organization, Ron Huddlestone, hadir untuk membuka acara. Huddlestone mengatakan Microsoft membuktikan komitmen kepada para partner dengan mendirikan One Commercial Group.

Microsoft menempatkan seluruh tim dan sumber daya terkait hubungan dengna partner di dalam One Commercial Group, termasuk menginvestasikan US$250 juta untuk membantu para partner terhubung dengan pelanggan.

“Tim untuk membangun dengan anda, membantu anda meluncur ke pasaran, dan membantu anda menjual produk anda,” kata Huddlestone.

Huddlestone juga mengumumkan pola kerja sama bisnis baru dalam komputasi awan. Para sales Microsoft tidak lagi dituntut menggenjot pendapatan dari platform yang dibangun melalui Azure, namun dari pendapatan dari penggunaan Azure.

09:11 WIB

Microsoft Memiliki 64.000 Partner di Seluruh Dunia, Pekerjakan 17 Juta Orang

Juru Bicara Microsoft Frank Shaw sebelumnya menyatakan perusahaan partner Microsoft adalah inti dari strategi perusahaan mengejar potensi pasar transformasi digital yang nilainya diproyeksikan mencapai US$4,5 triliun.

Pada 2017, pendapatan yang dibukukan lewat ekosistem yang dibangun Microsoft beserta para mitranya diperkirakan telah mencapai US$3 triliun.

Shaw mengatakan sekitar 64.000 perusahaan mitra Microsoft meraup mayoritas pendapatan tersebut. Perusahaan mitra Microsoft yang mempekerjakan 17 juta orang di seluruh dunia mampu menghasilkan pendapatan US$9,01 dari setiap US$1 pendapatan yang dibukukan Microsoft.

“Dalam Microsoft Inspire Microsoft akan mengumumkan berbagai cara baru bagi para mitra kami untuk semakin mendorong transformasi digital dalam tahun-tahun mendatang. Di masa depan, kami tidak lagi hanya akan dipimpin oleh para mitra kami. Kami akan menempatkan mitra kami sebagai prioritas (partner first),” kata Shaw dalam jumpa pers pra acara konferensi Microsoft Inspire.

Tag : microsoft
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top