Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengguna Tembus 50%, Go-Jek Siapkan Inovasi Baru Buat Go-Pay

Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia Piotr Jakubowski mengatakan transaksi digital melalui Go-Pay di aplikasi Go-Jek memiliki porsi lebih dari 50% dari keseluruhan pembayaran dengan jumlah unduhan aplikasi Gojek yang mencapai 40 juta.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 30 Mei 2017  |  20:34 WIB
Head of Marketing Traveloka Dannis Muhammad (dari kiri), Penyanyi dan Pengguna setia GO-JEK Andien Aisyah dan Chief Marketing Officer GO-JEK Indonesia Piotr Jakubowski pada peluncuran program RamadanTanpaBatas di Jakarta. Selasa (30/5). - JIBI/Nurul Hidayat
Head of Marketing Traveloka Dannis Muhammad (dari kiri), Penyanyi dan Pengguna setia GO-JEK Andien Aisyah dan Chief Marketing Officer GO-JEK Indonesia Piotr Jakubowski pada peluncuran program RamadanTanpaBatas di Jakarta. Selasa (30/5). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Go-Jek berencana mengembangkan inovasi lain untuk layanan pembayaran digital Go-Pay, seiring dengan tren pembayaran nontunai yang terus berkembang dalam mendukung ekosistem digital Indonesia.

Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia Piotr Jakubowski mengatakan transaksi digital melalui Go-Pay di aplikasi Go-Jek memiliki porsi lebih dari 50% dari keseluruhan pembayaran dengan jumlah unduhan aplikasi Gojek yang mencapai 40 juta.  

“Tren lumayan oke. Untuk sekarang kami fokus bagaimana evolusi Go-Pay jadi jauh lebih bagus,” ujar Jakubowksi usai Peluncuran Program Go-Jek Ramadan Tanpa Batas di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Dia mengatakan, meskipun bukan yang pertama masuk ke pasar, Go-Pay kini telah memiliki tempat di kalangan masyarakat dengan berbagai inovasi pembayaran yang ditawarkan.

“Sekarang kami adalah perusahaan online pertama yang mempunyai keterkaitan dengan hampir semua bank di Indonesia, direct debittop up dari driver dan P2P transfer. Jadi kami berevolusi di sana dulu dan mungkin beberapa bulan lagi ketika ada inovasi baru, akan kami beri tahu,” jelasnya.

Menurutnya, hal yang penting untuk perusahaan yakni dapat mengedukasi tentang cara menggunakan layanan Go-Pay dan kemuduhan yang diberikan untuk melakukan transaksi tanpa batasan waktu dan lokasi.

“Ini sangat gampang dan Go-Pay jadi sepopuler ini karena ada use case setiap hari dari servis kami sendiri. Jadi  ini bukan hanya untuk Go-Jek sendiri tetapi juga untuk ekonomi digital Indonesia ke depan,” katanya.  

Dia mengatakan rencananya ke depan layanan Go-Pay ini diharapkan dapat tersebar untuk beberapa cara pembayaran lain. “Yang sangat menyenangkan kami jadi salah satu first mover dan edukator pertama untuk meningkatkan industri fintech yang sekarang sedang banyak.”

Lebih jauh, dia mengatakan sebagai ekosistem digital bisnis yang bukan hanya Go-Jek saja, pihaknya menjadi enabler dan fasilitator dengan membuka kerja dengan berbagai pihak seperti Traveloka, Tokopedia, dan e-commerce lainnnya.  Selain itu, tidak hanya dari kemudahan pengiriman atau mobilitas sehari-hari tetapi juga, Go-Jek hadir dari sisi pembayaran.

“Bagaimana akses digital ekonomi bisa dibuka, kalau tidak salah, kepada 60% lebih masyarakat Indonesia yang belum mempunyai akun di bank. Menurut kami, ini terkait dengan visi pemerintah Indonesia bagaimana bisa membangkitkan digital ekonomi di Indonesia,” katanya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Go-Jek fintech
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top