Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alcatel Submarin Networks Ditunjuk Bangun Kabel Bawah Laut

Sebanyak Enam perusahaan dan lembaga teknologi, informasi, dan komunikasi menunjuk penyedia infrastruktur jaringan Alcatel Submarine Networks untuk membangun sistem jaringan kabel bawah laut internasional baru yang akan menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Australia.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 06 April 2017  |  21:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Yayus Yuswoprihanto
Ilustrasi - Bisnis/Yayus Yuswoprihanto

Bisnis.com, JAKARTA—Sebanyak Enam perusahaan dan lembaga teknologi, informasi, dan komunikasi menunjuk penyedia infrastruktur jaringan Alcatel Submarine Networks untuk membangun sistem jaringan kabel bawah laut internasional baru yang akan menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Australia.

Keenam institusi yang tergabung dalam konsorsium antara lain, operator nasional PT Indosat Tbk., perusahaan telekomunikasi asal Australia Telsra, grup komunikasi dan solusi TIK asal Singapura Singtel, perusahaan infrastruktur telekomunikasi SubPartners, perusahaan over the top (OTT) Google, dan lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah Australia Academic and Research Network (AARNet).

Sistem kabel INDIGO itu akan membentang sepanjang kurang lebih 9000 Kilometer yang menghubungkan Singapura dan Perth, sampai ke Sydney. Dalam sistem ini terdapat tambahan dua pasang kabel serat optik yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui sebuah unit percabangan (branching unit).

Sistem kabel yang sebelumnya dikenal sebagai APX West & Central itu akan mendarat di fasilitas stasiun kabel laut yang sudah ada di ketiga negara, sehingga memperkuat konektivitas komunikasi antara Australia dan negara-negara di Asia Tenggara. Rencananya, ASN segera membangun sistem komunikasi kabel laut dalam waktu dekat, dan selesai pada pertengahan 2019.

Dengan teknologi optik terpadu, setiap dua pasang kabel serat optik dapat memiliki kapasitas minimal 18 Terabit per detik, dengan potensi peningkatan kapasitas lanjutan. Nantinya, sistem akan menggunakan rancangan dua pasang serat optik kabel terbuka (open cable) dengan teknologi pembagian spektrum.

Anggota konsorsium akan memiliki spektrum sendiri yang memberikan kemampuan secara independen untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi ini dan melakukan peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan selanjutnya.

Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli menyampaikan ketersediaan infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi dari dan menuju Indonesia akan bermanfaat bagi konsumen personal dan bisnis nasional karena dapat terhubung dengan konten global.

Intinya, infrastruktur yang akan dihasilkan dari konsorsium INDIGO akan memberi manfaat strategis bagi perseroan, terutama dalam menyediakan layanan digital bagi pelanggan.

“Kami percaya kerja sama konsorsium ini menghasilkan alternative lalu lintas data. Nantinya, akan tersedia koneksi data dan akses internet kelas dunia,”tuturnya, Kamis(6/4/2017).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat kabel bawah laut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top