Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Motor Listrik GESITS, ITS Bakal Luncurkan Kapal Angkut Ikan Hidup

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan meluncurkan desain kapal pengangkut ikan hidup sehingga Indonesia bisa memproduksi armada perikanan tersebut untuk kali pertama.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 10 November 2016  |  17:30 WIB
Kapal ikan tradisional. - Bisnis.com
Kapal ikan tradisional. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan meluncurkan desain kapal pengangkut ikan hidup sehingga Indonesia bisa memproduksi armada perikanan tersebut untuk kali pertama.

Kepala Badan Inovasi dan Bisnis Ventura ITS Raja Oloan Saut Gurning mengatakan dalam 1 bulan ke depan tim peneliti kampusnya akan menuntaskan desain kapal. Selanjutnya, desain itu menjadi rujukan bagi galangan kapal yang membangun kapal pengangkut ikan hidup.

“Pertengahan Desember ini selesai. Kami terus mengerjakan perencanaannya. Nanti akan ada sosialisasi di Manado,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (10/11/2016).

Kapal pengangkut yang didesain tidak hanya untuk ikan hidup, tetapi juga ikan segar berkapasitas 30 tonase kotor (GT), 60 GT, 200 GT, dan 300 GT. Kapasitas tersebut diproyeksikan dapat mengakomodasi pengangkutan ikan hidup untuk pasar domestik dan ekspor.

Kampus yang hari ini berusia 56 tahun tersebut memimpin konsorsium desain kapal angkut ikan yang melibatkan PT PAL Indonesia (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Saut mengatakan desain kapal tersebut kelak tidak hanya digunakan oleh PAL Indonesia, tetapi juga perusahaan galangan milik negara dan swasta. Malah, menurut dia, tipe kapal tersebut lebih cocok dibangun oleh galangan selain PAL Indonesia karena ukurannya yang lebih kecil.

“Kalau dengan PAL mungkin kebesaran dibangun di sana. Walau tentu bisa saja,” ujar pengajar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Saut mengungkapkan belum ada galangan dalam negeri yang membangun kapal pengangkut ikan hidup karena desainnya tidak tersedia. Jikapun ada, kapal tersebut merupakan modifikasi kapal kargo sehingga fungsinya tidak optimal.

Saat ini, ITS tengah menggenjot hilirisasi hasil riset perguruan tinggi dengan menggandeng kalangan industri. Selain kapal angkut, ITS dan PT Garansindo akan memproduksi massal motor listrik GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) pada 2017.

“Kalau GESITS memang sudah lebih lama risetnya. Utamanya baterai,” kata Saut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

its institut teknologi sepuluh nopember kapal pengangkut ikan hidup gesits
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top