Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengalihan TV Analog ke Digital pada 2018 Batal

Pengalihan siaran televisi analog ke digital batal dilakukan pada tahun 2018 pasca putusan MA yang membatalkan Peraturan Menteri Kominfo tentang Penyelenggaraan Televisi Digital
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 30 Oktober 2013  |  17:11 WIB
Pengalihan TV Analog ke Digital pada 2018 Batal
Ilustrasi - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA— Pengalihan  siaran televisi analog ke digital batal dilakukan pada tahun 2018 pasca ke luarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) No.22/2011 tentang Penyelenggaraan Televisi Digital.

Kominfo mengatakan sudah menerima salinan putusan MA tersebut setelah lama menanti sejak putusan itu diumumkan melalui website MA pada April lalu. Uji materi atas PM tersebut diajukan Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI) dan didukung Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) pada September tahun lalu.

“Putusan sudah kami terima, salah satunya memerintahkan pembatalan PM No.22/2011 itu, tapi bukan membatalkan [seleksi] televisi digital,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Syukri Batubara usai membuka pameran Indocomtech 2013 di Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Menurutnya, Kominfo kini tengah menyusun rancangan peraturan menteri baru untuk melanjutkan proses seleksi lembaga penyiaran televisi digital. Hal utama yang akan dimasukkan dalam PM tersebut, katanya, adalah pembatalan jadwal switch off siaran analog ke digital yang awalnya ditargetkan pada 2018.

“Tidak akan switch off, jadi siaran analog tetap jalan terus,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tv digital seleksi tv digital televisi analog
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top