Wuiiiih, Persaingan televisi berbayar makin sengit

JAKARTA: Persaingan di segmen televisi berbayar diprediksi makin sengit di tengah masih tersisanya potensi pasar hingga 15 juta rumah tangga dan seiring dengan kehadiran IPTV di Indonesia. Direktur Pengembangan Usaha Skynindo Widodo Mardijono mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 September 2011  |  18:09 WIB

JAKARTA: Persaingan di segmen televisi berbayar diprediksi makin sengit di tengah masih tersisanya potensi pasar hingga 15 juta rumah tangga dan seiring dengan kehadiran IPTV di Indonesia. Direktur Pengembangan Usaha Skynindo Widodo Mardijono mengatakan saat ini pasar televisi berbayar yang sudah digarap baru sekitar 3,3 juta rumah tangga saja, sehingga masih ada lebih dari 12 juta rumah tangga lagi yang belum tersentuh. ”Televisi satelit tetap menguasai pasar mengingat daya jangkaunya yang luas dan harganya yang relatif murah,” ujarnya kepada Bisnis kemarin. Menurut dia, kehadiran IPTV (televisi Internet), LTE (long term evolution) dan WiMax yang juga bisa memberikan layanan televisi streaming masih sangat awal, mengingat jaringan telekomunikasi di Indonesia belum seluruhnya IP based. Hal tersebut, lanjut Widodo, akan memengaruhi penetrasinya dan terbatas hanya di kota besar saja. Skynindo merupakan operator televisi berbayar menggunakan akses satelit Palapa D milik Indosat sebesar 2 transponder (72 MHz) pada pita C-band yang mendapatkan izin operasional sejak pertengahan tahun lalu. Widodo menargetkan setiap bulannya akan menggaet sebanyak 1.000 pelanggan baru maupun akuisisi pelanggan operator lain, dan tak menutup kemungkinan menggaet pelanggan dari negara tetangga melalui kerja sama distributor. ”Dengan program pemasaran kami yang baru, yaitu Skynindo box yang dilengkapi 30 program free to air dan setiap akhir pekan atau hari libur nasional kami membuka semua channel sebanyak 85 saluran secara gratis kepada pelanggannya,” tuturnya. Menurut dia, di Indonesia hampir 4 juta keluarga tersebar di seluruh Indonesia memiliki parabola, sehingga membuktikan bahwa media hiburan berupa tayangan televisi sangat diminati terutama di daerah tertentu yang tidak dapat menangkap siaran televisi. Selain Skynindo, di Indonesia terdapat sejumlah televisi satelit berbayar lainnya, yaitu Aora TV, Indovision, dan Telkomvision. Secara terpisah, Direktur Marketing and Sales Aora TV Guntur S. Siboro mengungkapkan pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan karena pasar yang masih sangat besar. ”Tidak perlu rebutan pelanggan. Dengan pemilik televisi lebih dari 40 juta rumah tangga, sementara pasar yang tergarap baru 2,5%, maka kami optimistis bisa menciptakan pangsa pasar baru,” katanya. Pelanggan Aora TV saat ini adalah sebanyak 100.000 pelanggan. Guntur Optimistis bisa terus menambah pelanggan barunya di daerah-daerah. Tidak seperti telekomunikasi yang sudah sangat jenuh, di industri televisi berbayar, tambahnya, pasarnya sangat jauh dari jenuh, bahkan di Jakarta sekali pun. Sebaliknya, Indosat M2 menilai pertumbuhan pasar televisi berlangganan di Indonesia dinilai sudah stagnan dipicu oleh konten TV terestrial yang makin menarik.“Konten TV lokal dan free to air yang sudah sangat bagus itu memicu rendahnya minat masyarakat untuk berlangganan TV satelit atau kabel,” ujar GM Pengembangan Bisnis Indosat M2 Hermanudin.Dia mengungkapkan hal itu bisa dilihat dari jumlah pelanggan total TV berlangganan di Indonesia sekitar sejuta pelanggan, padahal produk sudah ada sejak akhir 90-an.Menurut Elvizar KH, Direktur Utama PT Indonesia Telemedia-anak usaha Telkom yang bergerak dalam penyediaan layanan televisi berbayar-saat ini total konsumen pay TV di Indonesia baru sekitar 1 juta pelanggan.“Bandingkan saja dengan Vietnam yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil, tetapi total pelanggannya sudah mencapai 2 juta,” ujarnya.Elvizar melihat adanya sejumlah faktor yang membuat siaran TV berbayar di Indonesia, di antaranya adalah tarif yang lebih menarik dan dukungan dari penyedia konten lokal yang relatif masih lemah.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Arif Pitoyo

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top