Axis peroleh pembiayaan US$1,2 miliar

JAKARTA: Operator seluler PT Natrindo Telepon Seluler (Axis), anak perusahaan Saudi Telecom Company di Indonesia, mendapat pembiayaan senilai US$1,2 miliar untuk peningkatan layanan dan pengembangan usaha dalam 5 tahun ke depan.Ameen Al Shiddi, Chief
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  11:57 WIB

JAKARTA: Operator seluler PT Natrindo Telepon Seluler (Axis), anak perusahaan Saudi Telecom Company di Indonesia, mendapat pembiayaan senilai US$1,2 miliar untuk peningkatan layanan dan pengembangan usaha dalam 5 tahun ke depan.Ameen Al Shiddi, Chief Financial Officer Saudi Telecom Company mengatakan semua bentuk pembiayaan yang diperoleh diatur dalam struktur pembiayaan syariah dengan jangka waktu 7,5 tahun dan berasal dari sejumlah lembaga pembiayaan lokal dan internasional.Pembiayaan tersebut meliputi perdagangan Murabaha senilai US$450 juta melalui Deutsche Bank dan HSBC dengan proses underwriting oleh Deutsche Bank dan Saudi British Bank (SABB), pembelian perangkat dari Huawei senilai US$350 juta dengan proses underwriting oleh China Development Bank, dan pembelian perangkat dari Ericson melalui HSBC dan didukung oleh EKN yang merupakan Agency Kredit Ekspor dari Swedia.Menurut dia, pembiayaan yang diperoleh itu akan membantu ekspansi dan pengembangan strategis Axis untuk 5 tahun ke depan, terutama ekspansi dalam mobile broadband, dan meningkatkan cakupan layanan secara nasional.Langkah tersebut bersamaan dengan kondisi sektor telekomunikasi Indonesia yang terbukti menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan pertumbuhan penetrasi telepon selular dan Internet.Kondisi itu juga tercatat telah memberikan dampak positif bagi Axis, di mana perusahaan ini telah memiliki 11 juta pelanggan, dengan layanan yang tersedia lebih dari 400 kota di Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Lombok, dan Sulawesi.Dia menambahkan upaya ekspansi dalam 5 tahun ke depan sekaligus diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pendapatan financial yang lebih besar bagi group perusahaan."Pembiayaan ini dilakukan dengan struktur Islam terbesar di Asia dan satu pembiayaan internasional terbesar di Asia Timur. Besarnya pembiayaan ini menunjukkan keyakinan pasar pada kemampuan Axis dalam mencapai tujuan usaha," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini. (gak)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top