Kecilnya penurunan tarif telekomunikasi disesalkan

JAKARTA: Pelanggan dan sejumlah operator telekomunikasi menyesalkan keputusan pemerintah yang hanya menurunkan tarif interkoneksi telekomunikasi sebesar 6% dari perhitungan pada 2008.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  07:27 WIB

JAKARTA: Pelanggan dan sejumlah operator telekomunikasi menyesalkan keputusan pemerintah yang hanya menurunkan tarif interkoneksi telekomunikasi sebesar 6% dari perhitungan pada 2008.

 

“Sangat mengecewakan, padahal biaya produksi operator sudah sangat rendah dibandingkan dengan 2008 seiring dengan perkembangan teknologi,†ujar Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) kepada Bisnis hari ini.

 

 

 

Menurut dia, pemerintah seharusnya lebih mengedepankan kepentingan pelanggan daripada operator mengingat margin operator sudah sangat tinggi sementara kualitas layanannya sangat memprihatinkan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi telah mengumumkan tariff interkoneksi baru hari ini. Adapun pemberlakuan tariff tersebut kemungkinan besar baru bias dilaksanakan Maret atau April karena operator harus memperbarui perjanjian kerja sama bussiness to business (B to B) dengan operator lainnya.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Permenkominfo No. 8/2006 tentang Interkoneksi, biaya interkoneksi adalah biaya  yang harus dibayar oleh suatu operator kepada operator yang lain yang menjadi tujuan panggilan.

Dalam kenyataannya, akhir-akhir ini kecenderungan tarif panggilan antaroperator berada pada tingkatan yang masih tinggi jika dibandingkan dengan tarif panggilan sesama operator dan kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan adanya perhitungan kembali interkoneksi.

 

Tarif interkoneksi voice baru

------------------------------------------------------------

Keterangan                               Tarif (Rp/menit)

------------------------------------------------------------

Seluler ke PSTN/FWA lokal    251

Seluler ke seluler lokal             251

Seluler ke satelit lokal              251

Seluler ke PSTN/FWA SLJJ    357

Seluler ke seluler SLJJ             461

Seluler ke satelit SLJJ              463

Seluler ke SLI                           453

FWA ke PSTN lokal                  73

FWA ke FWA lokal                 211

FWA ke seluler lokal               209

FWA ke satelit lokal                209

FWA ke VoIP lokal                 271

FWA ke PSTN/FWA SLJJ      419

FWA ke seluler SLJJ               577

FWA ke satelit SLJJ                611

SMS                                        Sender Keep All

---------------------------------------------------------          

Sumber: Ditjen Postel

 

                       

Gatot mengungkapkan biaya interkoneksi yang turun pada kisaran rata-rata 6% menunjukkan bahwa over price terjadi meskipun tidak signifikan akibat total trafik yang cenderung tidak berubah.

“Trafik suara dan SMS memang cenderung menurun namun dikompensasi dengan kenaikan trafik data, sehingga total trafik cenderung tak berubah. Adapun subsidi tarif off-net kepada tarif on-net dapat dikatakan terjadi akibat tarif yang masih di bawah cost panggilan on-net. Pola ini juga terjadi akibat dengan pola kompetisi dan skema investasi mendorong operator untuk menerapkan tarif berorientasi pendapatan per pelanggan bukan berdasarkan biaya,†katanya.

Presdir PT XL Axiata Hasnul Suhaimi mengaku penurunan tariff interkoneksi yang terlalu kecil membuat XL kurang optimal dalam memberikan tariff murah off net kepada pelanggan.

“Namun, kalau sudah menjadi keputusan pemerintah, kami akan mematuhi keputusan itu,†katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top