CDMA diprediksi mati 5 tahun lagi

News Editor | 20 Desember 2010 08:53 WIB

JAKARTA: Operator telekomunikasi berbasis CDMA (code division multiple access) diprediksi akan mati dalam 5 tahun ke depan apabila tidak segera menginvestasikan jaringan di teknologi LTE (long term evolution) atau WiMax.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan ke depan, pilihan mobile services hanya WiMax atau LTE (generasi GSM).

CDMA 2000 akan benar-benar di shutdown karena pada 2009 sudah menyatakan diskontinyu dan bergabung ke LTE [GSM Group]. Sehingga operator CDMA harus siap menerima konsekuensi keluar dana besar atau mati pelan-pelan, katanya kepada Bisnis hari ini.

Re-investasi itu pastinya butuh dana yang sangat besar, karena mesti membangun jaringan dari awal berupa LTE adv atau WiMax 16m.

Namun, lanjut Nonot, vendor China nampaknya banyak yang tidak peduli dengan perkembangan teknologi yang ada dan ada kemunkinan masih mau menyediakan spare parts selama bisa berjualan meski operatornya akan sulit bersaing dalam kualitas layanan.

Adapun CDMA 2000 ke 1x rev A atau B hanya lah upgrade sebagian dari CDMA2000, persis seperti GPRS ke EDGE, atau HSDPA ke HSPA, tetapi sistem utama tidak berubah dan ada batasnya.

Saat ini, operator CDMA yang ada di Indonesia adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Mobile-8 Telecom, PT Telkom Tbk (Flexi), PT Indosat Tbk (StarOne), dan PT Smart Telecom.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top