Debat Capres: Intip Visi Misi Anies, Prabowo dan Ganjar Soal Teknologi Informasi

Leo Dwi Jatmiko
Sabtu, 3 Februari 2024 | 09:56 WIB
Ilustrasi teknologi informasi atau IT perbankan/ Freepik.
Ilustrasi teknologi informasi atau IT perbankan/ Freepik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Debat calon presiden (capres) akan memasuki sesi terakhir. Beberapa isu bakal dibahas salah satunya teknologi informasi seperti akses telekomunikasi, internet, kecerdasan buatan dan lain sebagainya.

Mengenai isu teknologi informasi, masing-masing pasangan calon memiliki program kerja yang akan mereka jalankan ketika terpilih menjadi presinden.

Lantas seperti apa visi Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di sektor teknologi Informasi? berikut ulasannya. 

1. Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar

Capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memiliki program pemerataan akses internet bernama Pinternet. Berdasarkan informasi yang beredar, program ini berbentuk pemberian kuota data hingga 30 Gb untuk mahasiswa. 

Program ini juga akan meniru JakWifi, di mana pemerintah nantinya akan menarik kabel serat optik ke suatu titik dan memberikan layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Pasangan AMIN juga ingin ke depan internet dapat diakses 100 persen seluruh wilayah Indonesia. 

AMIN juga ingin meningkatkan literasi digital di masyarakat hingga UMKM guna mengoptimalkan manfaat dari ekonomi digital Indonesia. Di sisi lain program pemberantasan judi online juga akan dilanjutkan.

AMIN juga memiliki ambisi membangun 40 kota seperti kota Jakarta, yang menandakan kota tersebut akan terhubung dengan infrastruktur telekomunikasi yang matang dan kuat. 

Paslon Anies-Cak Imin
Paslon Anies-Cak Imin


2. Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka 

Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendorong program hilirisasi digital bagi anak-anak muda yang ahli artificial intelligence, anak-anak muda yang ahli block chain, robotik hingga aset kripto. 

Hilirisasi digital merupakan sebuah proses untuk membangun ekonomi digital yang bermuasal dari hulu, untuk dialirkan ke hilir. Paslon Prabowo-Gibran menilai saat ini ekonomi digital Indonesia sudah cukup baik. Tetapi, membangun ekonomi digital tidak cukup hanya pengembangan aplikasi di bidang transportasi atau retritelail saja. 

Dengan tren digital kali ini, hilirisasi digital harus dimanfaatkan untuk banyak sektor lainnya. 

Hilirisasi digital juga mencangkup persiapan infrastruktur jaringan atau konektivitas internet serta membangun industri perangkat digital. 

Prabowo Gibran juga sempat berencana mengeluarkan kredit khusus untuk startup.

Pasangan calon Prabowo-Gibran
Pasangan calon Prabowo-Gibran


3. Ganjar Pranowo - Mahfud MD

Paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD ingin menghadirkan akses internet cepat merata, cepat, dan murah untuk mendukung percepatan infrastruktur digital di Indonesia.

Mereka prihatin atas posisi kecepatan Indonesia yang saat ini menempati urutan ke-9 dari 11 negara di Asia Tenggara. 

Ganjar - Mahfud ingin percepatan pembangunan sistem digital nasional yang salah satunya memberikan akses digital bagi seluruh rakyat di setiap pelosok Tanah Air. 

Selain itu keduanya juga menaruh perhatian pada isu keamanan data, mengingat ini merupakan hal terpenting di era digital. 

Keduanya ingin memperkuat tingkat keamanan pengelolaan data secara maksimal melalui penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, termasuk pembentukan lembaga pengawasan independen.

Sama seperti Prabowo- Gibran, Ganjar-Mahfud juga ingin memberi dukungan kepada startup, pajak bagi platform digital global, serta kemandirian industri digital.

Paslon Ganjar - Mahfud MD
Paslon Ganjar - Mahfud MD

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper