Aset Serat Optik 4 Kali Keliling Bumi Telkom (TLKM) Bakal Disewakan Lewat Infraco

Leo Dwi Jatmiko
Jumat, 2 Februari 2024 | 09:53 WIB
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berencana mengalihkan seluruh aset serat optiknya ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infraco) pada 2025.

Pengalihan aset tersebut akan membuka peluang bagi Telkom meraup pendapatan baru seiring dengan optimalisasi aset dengan menyewakan kepada pemain penyedia layanan internet (ISP) di Tanah Air yang jumlah terus bertambah hingga ratusan ISP per tahun. 

Adapun pada 2022, Telkom menyampaikan serat optik mereka membentang sepanjang 170.885 kilometer yang terdiri dari 106.185 kilometer serat optik domestik dan 64.700 kilometer serat optik internasional atau setara 4 kali keliling bumi. 

Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir mengatakan rencananya semua aset serat optik Telkom, kecuali serat optik yang terhubung ke menara (fiber to the tower/FTTT) milik Mitratel, akan dilahkan ke Infraco. 

Infraco akan menjadi perusahaan yang menyewakan dan memanajemen aset serta memberikan layanan serat optik dengan target pasar yaitu perusahaan operator yang memiliki lisensi dan ISP. 

“Jadi nanti layanan layanannya akan dikelola. Bisnis itu akan dipasarkan kepada mereka (ISP)” kata Honesti, Jumat (2/1/2024).  

Diketahui, pada Januari 2024 Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa Indonesia memiliki 993 ISP atau mengalami kenaikan hampir 200 ISP dalam satu tahun terakhir.

Dalam satu wilayah bahkan terdapat lebih dari 50 ISP. Jumlah tersebut menjadi pasar potensial bagi Infraco setelah Telkom membuka aset serat optiknya untuk disewakan kepada ISP lain. 

Honesti menjelaskan rencananya pada tahun ini proses pemisahan dan transfer aset akan dilakukan secara perlahan. Sejalan dengan itu, proses legal pada semester I/2024 akan diproses. 

“Kontrak-kontrak dengan operator yang berlisensi (OLO) harus diinovasikan dan proses inovasi tersebut sedang kami lakukan. Kepatuhannya kami lakukan, jadi ketika nanti [sudah] berpindah [aset] bisa langsung ke klien,” kata Honesti. 

Sebelumnya, Telkom membentuk InfraCo sebagai entitas baru pada kuartal IV/2023. Entitas ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama Telkom dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan memfasilitasi penetrasi fiber yang luas, menyediakan layanan yang opitmal, dan mendorong peningkatan penciptaan nilai bagi pelanggan. Secara efektif mengatasi persaingan yang kuat.

Inisiatif ini merupakan komponen kunci dari strategi "5 Langkah Berani" yang berfokus pada optimalisasi pemanfaatan jaringan, belanja modal, meningkatkan penetrasi pasar dengan meningkatkan pendapatan eksternal, dan menawarkan layanan jaringan yang unggul. 

Dengan memiliki InfraCo, kami dapat meningkatkan nilai jaringan fiber, mengamankan posisi Telkom sebagai pemimpin pasar Telco, memastikan InfraCo fokus pada bisnis fiber, meningkatkan Margin EBITDA, serta membuka peluang bisnis masa depan untuk memenuhi ekspektasi investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper