Transaksi Akun Virtual Tumbuh 7% pada 2023, Sektor Travel Mendominasi

Rahmad Fauzan
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:52 WIB
Delegasi melakukan transaksi menggunakan Kartu Virtual Account Debit Bank BNI di sela-sela Pertemuan IMF – World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018)./JIBI-Abdullah Azzam
Delegasi melakukan transaksi menggunakan Kartu Virtual Account Debit Bank BNI di sela-sela Pertemuan IMF – World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018)./JIBI-Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Akun virtual (virtual account) menjadi platform utama pembayaran digital di Indonesia pada 2023. Berdasarkan data terbaru Xendit Group, volume transaksi akun virtual tumbuh 7% year on year (yoy).

Metode berkontribusi sebesar 50% dari total payment volume (TPV) pembayaran digital nasional tahun lalu.

Peningkatan TPV juga dialami kartu kredit yang naik pesat hingga 4 kali lipat tahun lalu. Peningkatan tersebut dikontribusikan oleh penggunaan di sektor travel dan layanan hospitality. Untuk QRIS, Xendit melaporkan peningkatan 6% yoy dengan 20 juta transaksi.

Co-Founder dan COO Xendit Group Tessa Wijaya mengatakan restoran, travel, dan layanan hospitality menjadi sektor dengan kinerja paling baik dari segi transaksi secara digital.

“Sektor ini mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 135% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Tessa dalam keterangan resmi, dikutip Bisnis.com pada Kamis (1/2/2024).

Jasa menjadi sektor paling dominan dalam volume transaksi. Di antara merchant Xendit Group, sektor jasa mencatatkan transaksi sebanyak 90 juta. Dikontribusi paling banyak oleh transaksi via ponsel, layanan keuangan, dan produk digital.

Tren ini diperkirakan berlangsung hingga 2025. Setidaknya jika melihat proyeksi sektor perbankan. Bank Indonesia (BI) memproyeksi transaksi digital di perbankan bakal terus mengalami peningkatan yang pesat, baik pada 2024 maupun 2025.

BI memperkirakan nilai transaksi digital banking tumbuh 23,2% pada 2024 hingga mencapai Rp71.584 triliun. Pada 2025, transaksi digital banking diperkirakan tumbuh 18,8% pada 2025 menjadi Rp85.044 triliun.

Untuk tahun ini, nilai transaksi digital banking diperkirakan mencapai Rp58.124 triliun, tumbuh 10,6% dibandingkan dengan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper