Harga Internet Starlink Dibanderol US$75.000 per Gbps untuk ISP

Rahmad Fauzan
Senin, 22 Januari 2024 | 16:30 WIB
Satelit SpaceX meluncurkan 12 Starlink dari Florida, Amerika Serikat/dok. Tangkapan layar SpaceX
Satelit SpaceX meluncurkan 12 Starlink dari Florida, Amerika Serikat/dok. Tangkapan layar SpaceX
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Starlink menawarkan layanan internet satelit berkecepatan 10 Gbps/bulan dengan banderol US$1,25 juta untuk biaya awal. Untuk selanjutnya, perusahaan Elon Musk itu mengenakan tarif US$75.000 atau Rp1,1 miliar/bulan untuk kecepatan 1 Gbps.

Adapun satelit orbit rendah tersebut rencananya akan hadir di Indonesia pada tahun ini.    

Mengutip TweakTown.com, fasilitas penerima jaringan broadband berkecepatan 10 Gbps dari Starlink tersebut akan dibangun oleh tim dari perusahaan milik Musk lainnya, yakni SpaceX.

“Starlink memiliki program bisnis bernama Community Gateways yang memungkinkan internet service producers (ISPs) untuk menyediakan jaringan satelit super cepat ke daerah-daerah pinggiran,” tulis TweakTown seperti dikutip Bisnis.com, Senin (22/1/2024).

Community Gateways pertama kali diperkenalkan kepada populasi di Unalakska, sebuah kota kecil di sebuah pulau dekat Alaska.

Starlink menggunakan ISP lokal bernama OptimERA untuk membantu penyelenggaran internet satelit berkecepatan tinggi kepada kostumer di wilayah tersebut.

Dengan Community Gateways, Starlink mampu memberikan layanan kecepatan setara fiber bekerja sama dengan penyedia lokal yang mendistribusikan konektivitas ke rumah, bisnis, dan pemerintah menggunakan fiber last-mile, nirkabel tidak bergerak, dan nirkabel seluler.

“Community Gateway pertama kami di pulau terpencil Unalaska, Alaska, mampu menyediakan 10 gigabit throughput uplink dan downlink simetris, cukup untuk melayani ribuan pelanggan baru sambil beroperasi pada waktu aktif lebih dari 99%,” jelas Starlink dalam situs resmi perusahaan.

Namun, ISP harus menyediakan lahan, listrik, dan peralatan pengangkat yang diperlukan dalam penyediaan fasilitas tersebut.

Sekadar informasi, Starlink tercatat telah menjangkau lebih dari 2,3 juta pelanggan sampai dengan akhir Desember 2023. Informasi ini disampaikan oleh perusahaan melalui unggahan di akun X-nya (dulu Twitter).

Sebanyak 2,3 juta pelanggan tersebut tersebar di sebanyak 70 negara. Hal ini dikatakan menjadi pencapaian tertinggi perusahaan dalam hal menjangkau pelanggan.

Sejak melakukan demontrasi peluncuran pada 2018, dan dilanjutkan peluncuran gelombang pertama pada 2019, Starlink telah mengorbitkan sebanyak 5.000 satelit.

Sementara merujuk pada laman resmi Starlink, layanan internet satelit orbit rendah itu akan mulai tersedia pada 2024.

Menteri Kominfo Budi Arie menegaskan syarat layanan tersebut di Indonesia harus menggunakan IP Address Indonesia.

"Wajib pakai IP Address Indonesia!" kata Budi dalam unggahan di akun Instagram resminya tersebut.

Merujuk pada laman resmi Telkomsat, anak usaha milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) itu telah bekerja sama dengan Elon Musk, untuk memberikan akses internet di sejumlah titik. Starlink menghadirkan internet dengan kapasitas 180 Gbps, atau lebih besar dari kapasitas Satelit Satria-1 yang mencapai 150 Gbps.

Hal itu terlihat dari keterangan gambar yang ditampilkan Telkomsat di laman resminya. Belum diketahui harga layanan Starlink di Indonesia, tetapi sempat terdengar kabar berkisar Rp2 juta - Rp3 juta per bulan.

Gambar layanan satelit Telkomsat di Indonesia/website resmi
Gambar layanan satelit Telkomsat di Indonesia/website resmi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper