Data Karyawan McDonald Diduga Bocor dan Dijual di Dark Web

Crysania Suhartanto
Selasa, 16 Januari 2024 | 00:30 WIB
Logo perusahaan jaringan restoran cepat saji McDonalds Corp terpampang di kota Pekan, Malaysia, 4 Mei 2013./Reuters
Logo perusahaan jaringan restoran cepat saji McDonalds Corp terpampang di kota Pekan, Malaysia, 4 Mei 2013./Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Data dari perusahaan makanan cepat saji, McDonald diduga mengalami kebocoran. Data tersebut meliputi nama karyawan internal, email, dan catatan bank.

Berdasarkan informasi yang diunggah akun X @DailyDarkWeb, peretas dengan nama akun Euphoria menjual data-data tersebut di BreachForums pada Sabtu (13/1/2024).

“Diduga, data McDonald’s Corporation sedang dijual. Pelaku menjual data meliputi alat internal, nama dan email, catatan bank, dan banyak lagi,” tulis akun @DailyDarkWeb, Senin (15/1/2024).

Namun, berdasarkan tangkapan layar @DailyDarkWeb, tidak diketahui jumlah data yang bocor ataupun harga data yang dijual oleh pelaku. Selain itu, juga tidak disebutkan negara operasional McDonald’s yang menjadi sasaran peretasan.  

Di samping itu, pada beberapa jam sebelumnya, akses file transfer protocol secure (FTPS) McDonald’s juga dikabarkan dijual di dark web hanya oleh akun bernama Pine dengan harga US$1.000 atau Rp15,5 juta (asumsi kurs Rp15.562/US$).

“Peretas mengaku menjual akses tidak sah FTPS McDonald’s Corporation,” ujar akun X @DailyDarkWeb.

Diketahui, FTPS merupakan protokol pada jaringan yang berfungsi untuk mentransfer data atau file ke sebuah server.

Adapun, pada pengumuman tersebut, Pine menyebutkan bahwa pendapatan McDonald’s adalah US$23,22 miliar atau sekitar Rp361,3 triliun. 

Selain itu, Pine juga mengatakan bagi yang berminat dapat menghubunginya melalui Telegram. Namun, dalam tangkapan layar, akun telegram tersebut disensor. 

Diketahui, ini bukan kala pertama McDonald’s dikabarkan kebocoran data. Pada Maret 2023, McD pernah didenda US$532,110 di Korea Selatan karena kehilangan 4.87 juta data konsumen.

Selain itu, pada 2021, McDonald’s juga pernah dikabarkan mengalami kebocoran data di Korea Selatan dan Taiwan. Adapun data yang terdampak adalah data privat dari konsumen dan karyawan McDonald’s.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper