China Temukan 'Harta Karun' Logam Niabobaotite, Bahan Baku Pesawat Luar Angkasa

Afiffah Rahmah Nurdifa
Minggu, 15 Oktober 2023 | 18:04 WIB
Ilustrasi logam dengan kandungan Niobium/dok. space.com
Ilustrasi logam dengan kandungan Niobium/dok. space.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ilmuwan asal China menemukan jenis biji logam yang belum pernah terlihat sebelumnya. Logam bumi yang disebut Niabobaotite ini seperti 'harta karun' karena kandungan yang ada di dalamnya, dapat digunakan untuk membuat baterai hingga pesawat yang kuat.

Niabobaotite adalah sebuah material super langka yang mengandung klorida, besi, titanium, barium, dan niobium. Adapun Titanium adalah logam bahan baku untuk membuat pesawat dan pesawat luar angkasa, sementara itu Niobium bisa digunakan untuk roket. 

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (15/10/2023) logam tersebut memiliki unsur tanah yang jarang ditemukan namun banyak dicari karena sifat superkonduktifnya. 

Dalam hal ini, unsur Niobium dalam Niabobaotite merupakan harta karun yang didambakan. Logam berwarna abu-abu muda itu banyak digunakan dalam produksi baja yang dapat menamah bobot secara signifikan. 

Tak hanya itu, menurut Royal Society of Chemistry, Niobium juga digunakan dalam pembuatan campuran logam lain yang dapat ditemukan dalam akselerator partikel dan peralatan ilmiah canggih lainnya karena merupakan superkonduktor pada suhu rendah. 

Ahli Teknik Elektro dan Komputer National University of Singapore (NUS), Antonio H. Castro Neto mengatakan penemuan ini menjadi keberuntungan bagi China yang selama ini mengimpor 95 persen Niobium. 

"Bergantung pada volume dan kualitas Niobium ini, hal ini dapat menjadi China mandiri," kata Antonio, dikutip dari Space.com, Minggu (15/10/2023). 

Menurut China National Nuclear Corporation (CNNC), biji logam Niobium ini ditemukan di Bayan Obo, Kota Baotou, Mongolia pada 3 Oktober 2023 lalu.

Niobium merupakan jenis baru ke-17 yang ditemukan di tempat tersebut dan salah satu dari 150 mineral baru yang ditemukan di kawasan itu. 

Sebagai informasi, sebelumnya, pemasok logam tanah jarang Niobium terbesar di dunia yaitu Brasil dan disusul Kanada. Namun, Survei Geologi AS melaporkan, proyek untuk membuka tambang niobium dan fasilitas pemrosesan sedang berlangsung di Nebraska Selatan, yakni proyek Mineral Kritis Elk Creek yan akan menjadi satu-satunya tambang Niobium di AS.

Adapun, permintaan logam Niobium ini juga diperkirakan lebih besar di masa depan, karena para peneliti sedang berupaya mengembangkan baterai niobium-lithium dan niobium-graphene. 

Menurut S&P Global, baterai ini dapat mengurangi risiko kebakaran bila digunakan bersama dengan litium. Baterai niobium-lithium juga mengisi daya lebih cepat dan dapat diisi ulang lebih sering dibandingkan baterai lithium tradisional.

Pada bulan Mei, para peneliti di Center for Advanced 2D Materials (CA2DM) di NUS, yang mengembangkan baterai niobium-graphene, mengatakan bahwa baterai tersebut dapat bertahan sekitar 30 tahun atau 10 kali lebih lama dari baterai lithium-ion dan dapat terisi penuh dalam waktu 30-10 menit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper