5 Bulan Pasca Injeksi Rp736 Miliar, Startup Flash Coffee PHK Massal

Anggara Pernando
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 07:16 WIB
Ilustrasi badai PHK yang menerjang perusahaan teknologi dan startup. Dok. JIBI
Ilustrasi badai PHK yang menerjang perusahaan teknologi dan startup. Dok. JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Flash Coffee, startup jaringan kopi asal Singapura disebut menutup seluruh jaringan gerai di negara pulau itu.

Dilansir Channelnewsasia (CNA), Jumat (13/10/2023), Flash Coffee yang baru mengumumkan menerima pendanaan seri B yang digawangi White Star Capital sebesar US$50 juta atau senilai Rp736 miliar, disebut menutup 11 gerai di Negeri Singa secara mendadak.

Disebutkan penutupan gerai ini disampaikan pada Selasa lalu. Para pekerja diminta berkumpul pada Kamis kemarin.

Manajemen Flash Coffee yang tidak disebutkan namanya ke CNA mengatakan perusahaannya telah menghentikan operasi di 11 toko.

“Sebagian besar staf kantor pusat kami di Singapura telah ditawari peran di pasar lain atau di tim regional kami. Selain itu, kami secara aktif mencoba menghubungkan barista kami dengan peluang di jaringan kopi lain,” kata perusahaan itu.

Seiring penutupan gerai bisnis di Singapura, CNA melaporkan perusahaan masih terhutang gaji karyawan. Disebutkan untuk gaji September 2023 lalu, karyawan baru menerima 25%. Sedangkan 75% sisanya masih terhutang. Belum ada penjelasan lanjutan atas sisa gaji karyawan ini.

PHK masal di wilayah kantor pusat ini menjadi anomali. Pada Mei lalu, dalam keterangan resminya menyebutkan bersyukur atas kepercayaan investor atas injeksi modal baru sebesar 50 juta dolar Singapura atau senilai Rp736 miliar.


CEO dan Co-Founder Flash Coffee David Brunier mengatakan pihaknya telah menemukan target market yang tepat dan siap untuk meluaskan jaringan ke berbagai kota lainnya untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Kami percaya diri akan mencapai profit di tingkat grup tahun depan,” kata David dalam keterangan resmi, Kamis (11/5/2023).

David mengatakan dana segar ini akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan dalam mencapai profit di tingkat grup, termasuk juga untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik dengan menyajikan kopi berkualitas premium untuk konsumen di Indonesia, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Serta mengembangkan teknologi dan inovasi produk untuk meningkatkan performa penjualan dari sejumlah gerai yang sudah ada.

David pun mengklaim Flash Coffee telah mengalami pertumbuhan eksponensial selama 2 tahun terakhir dengan peningkatan pendapatan year on year sebanyak 23 kali lipat selama 2021 dan empat kali lipat pada 2022 serta mencapai lebih dari 100 persen kenaikan EBITDA year on year di tingkat grup pada tahun yang sama.

Menurutnya, dengan gerai-gerai yang solid menghasilkan profit, Flash Coffee telah berada di jalur yang tepat untuk meraih profit di tingkat grup pada 2024, dengan pasar utamanya ditargetkan untuk menjadi EBITDA positif dalam beberapa bulan ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Anggara Pernando
Sumber : channelnewsasia
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper