Mengenal La Nina Modoki, Fenomena yang Diprediksi Geser El Nino Terjadi di Indonesia

Restu Wahyuning Asih
Rabu, 10 Mei 2023 | 09:23 WIB
Warga melintas saat hujan di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga melintas saat hujan di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi di Indonesia disebut bisa gagal dan bergeser kepada La Nina Modoki.

Hal ini diungkap oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin pada beberapa waktu yang lalu.

"Pengamatan terkini anomali suhu di Samudra Pasifik menunjukkan fitur La Nina Modoki, bukan El Nino. Apalagi dengan maraknya badai vorteks yg berpotensi terus tumbuh menjadi siklon tropis, maka El Nino bisa saja tertunda bahkan gagal terbentuk," tulisnya pada akun Twitternya, Sabtu (29/4/2023).

Namun ternyata La Nina Modoki ini berbeda dengan La Nina konvensional yang membawa pengaruh berbeda terhadap hujan dan suhu.

Mengutip dari salah satu penelitian IPB, pengaruh La Nina Modoki lebih kecil dibandingkan dengan La Nina Konvensional.

Hal ini terjadi karena anomali positif curah hujan La Nina Konvensional bisa mencapai 200 mm/bulan sebagian besar wilayah Indonesia pada setiap musim kecuali pada Desember-Januari-Februari (DJF).

Sementara La Nina Modoki anomali positif curah hujan hanya mencapai 50 mm/bulan di sebagian pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Indonesia Timur saat musim DJF dan mencapai 175 mm/bulan terjadi hanya di pulau Jawa saat musim Maret-April-Mei (MAM).

Penyebab La Nina

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa enomena La Nina merupakan kebalikan El Nino yang menurut bahasa penduduk lokal Amerika Latin berarti bayi perempuan.

Peristiwa La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino. 

Menurut proses terjadinya, La Nina bermula pada perjalanan air laut yang panas ke arah barat tersebut sampai akhirnya akan sampai ke wilayah Indonesia.

Hal ini kemudian berakibat wilayah Indonesia akan berubah menjadi daerah bertekanan rendah (minimum) dan semua angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudera Hindia akan bergerak menuju Indonesia. 

Angin dan fenomena La Nina akan membawa banyak uap air ke Indonesia, sehingga bisa menyebabkan Indonesia sering dilanda hujan lebat bahkan berpotensi banjir. 

Sebelumnya, baik istilah El Nino dan La Nina dianggap sebagai peristiwa penyimpangan suhu yang terjadi karena dampak dari pemanasan global dan terganggunya keseimbangan iklim. 

Beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena ini diantaranya yaitu anomali suhu yang mencolok di perairan Samudera Pasifik, melemahnya angin passat (trade winds) di Selatan Pasifik yang menimbulkan adanya pergerakan angin jauh dari normal. 

Penyebab terakhir yang telah teridentifikasi yaitu adanya kenaikan daya tampung lapisan atmosfer, yang disebabkan oleh pemanasan dari perairan panas dibawahnya. Hal tersebut diketahui terjadi di perairan peru pada saat musim panas, serta adanya perbedaan arus laut di perairan Samudera Pasifik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper